KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sejumlah emiten pembagi dividen tahun buku 2025 akan memasuki periode cum dividen pada pekan ini, membuka peluang bagi investor pemburu dividen untuk memanfaatkan momentum jangka pendek. Pada Rabu (8/4/2026), PT Dana Brata Luhur Tbk (
TEBE) dan PT Wahana Ottomitra Multiartha Tbk (
WOMF) dijadwalkan menjalani
cum date. TEBE akan membagikan dividen Rp 156 per saham, sedangkan WOMF sebesar Rp 12,28 per saham. Selanjutnya, Kamis (9/4), giliran PT Bank Mega Tbk (
MEGA) dan PT Bank Danamon Indonesia Tbk (
BDMN) yang memasuki
cum date. MEGA membagikan dividen Rp 171,95 per saham dan BDMN sebesar Rp 142,19 per saham.
Baca Juga: Bea Ekspor Diproyeksi Jadi Beban Tambahan Emiten Batubara, Cek Rekomendasi Analis Kepala Riset Korea Investment & Sekuritas Indonesia Muhammad Wafi menilai saham-saham ini menarik untuk strategi jangka pendek, terutama TEBE dan BDMN yang secara historis menawarkan
yield dividen lebih tinggi. Berdasarkan harga penutupan Senin (6/4), yield TEBE mencapai 10,58% dan BDMN sebesar 5,53%.
“Secara fundamental, BDMN dan MEGA solid, WOMF stabil, sementara TEBE cenderung fluktuatif mengikuti siklus batubara,” ujarnya. Managing Director Research Samuel Sekuritas Indonesia Harry Su menambahkan, TEBE menawarkan
yield jauh di atas rata-rata pasar sehingga menarik untuk strategi
dividend capture. BDMN juga dinilai kompetitif di sektor perbankan, sementara MEGA dan WOMF menawarkan yield moderat, masing-masing sekitar 3,83% dan 4,01%.
Baca Juga: 4 Emiten Ini Bakal Tebar Dividen Interim, Simak Jadwal Cum Date 21-24 Oktober 2025 Namun, Harry mengingatkan potensi koreksi harga saham setelah
cum date akibat penyesuaian
ex dividend dan aksi ambil untung investor jangka pendek. Untuk strategi, investor jangka pendek disarankan masuk beberapa hari sebelum
cum date dan keluar setelah
ex date guna mengunci keuntungan. Sementara untuk jangka panjang, waktu masuk dinilai lebih ideal setelah harga terkoreksi
pasca ex date agar memperoleh valuasi lebih menarik. Investor juga diminta tetap memperhatikan fundamental seperti pertumbuhan laba, keberlanjutan
payout ratio, serta rasio profitabilitas seperti ROE dan ROA. “Target profit dan manajemen risiko tetap penting,” kata Harry.
Dari sisi rekomendasi, Harry menyarankan hold BDMN dengan target harga Rp 2.590 per saham.
Baca Juga: Saham Bank Swasta Lapis Kedua Tampak Lebih Tangguh, Cek Rekomendasi Analis Sementara itu, Wafi memperkirakan pergerakan harga saham TEBE di Rp 1.350, BDMN Rp 2.800, MEGA Rp 5.300, dan WOMF Rp 380 per saham, serta menyarankan investor melakukan profit taking saat cum date untuk menghindari jebakan dividen. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News