Saham Petrosea (PTRO) Anjlok 47% Sebulan, Analis Masih Lihat Peluang Trading Buy



KONTAN.CO.ID - Jakarta. Harga saham PT Petrosea Tbk (PTRO) mengalami koreksi tajam dalam satu bulan terakhir. Meski demikian, analis menilai peluang cuan jangka pendek masih terbuka bagi investor yang mencermati katalis fundamental perseroan.

Pada perdagangan Selasa (10/2/2026), saham PTRO ditutup di level Rp 5.975, melemah 50 poin atau 0,83% dibandingkan hari sebelumnya. Secara kumulatif, harga saham PTRO telah turun 5.300 poin atau sekitar 47,01% dalam sebulan terakhir.

Kendati terkoreksi cukup dalam, PTRO dinilai masih menyimpan potensi positif. Salah satu penopangnya berasal dari rencana akuisisi PT Singaraja Putra Tbk (SINI) oleh induk usaha PT Petrosea Tbk, yakni PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN), serta langkah diversifikasi bisnis yang tengah dijalankan perseroan.


Pada 29 Desember 2025, CUAN secara resmi mengumumkan dimulainya proses negosiasi akuisisi SINI. Sebelumnya, CUAN telah mengantongi 19,99% saham SINI dan berencana meningkatkan kepemilikan hingga maksimal 51% secara bertahap.

Baca Juga: IHSG Melesat 1,24% ke 8.131, Intip Saham Net Buy Terbesar Asing, Selasa (10/2)

Senior Equity Research Kiwoom Sekuritas, Sukarno Alatas, menilai akuisisi SINI berpotensi memberikan dampak tidak langsung yang positif bagi PTRO. Masuknya SINI ke dalam ekosistem grup dinilai membuka peluang kontrak jasa pertambangan internal, sekaligus memperkuat sinergi operasional.

“Akuisisi SINI oleh CUAN berpotensi meningkatkan visibilitas order book PTRO ke depan. Dengan basis aset dan produksi yang lebih terintegrasi, kontribusi volume serta utilisasi alat PTRO berpotensi meningkat secara bertahap,” ujar Sukarno kepada Kontan, Selasa (10/2/2026).

Selain itu, PTRO juga memperluas lini usaha dengan mendirikan anak perusahaan di bidang layanan kesehatan melalui PT Kinarya Medika Selaras (KIMS). Menurut Sukarno, sektor rumah sakit tergolong defensif dan berpotensi memberikan pendapatan berulang (recurring income), meskipun kontribusinya pada tahap awal diperkirakan masih terbatas.

Dari sisi eksternal, tren penurunan suku bunga turut menjadi katalis positif. Penurunan suku bunga dinilai dapat menekan biaya pendanaan sekaligus membuka ruang pembiayaan perbankan guna mendukung ekspansi usaha dengan struktur biaya yang lebih efisien.

Tonton: Masuk Dunia Politik, Motivator Merry Riana Bergabung dengan Partai Demokrat

Meski demikian, investor tetap perlu mencermati sejumlah risiko. Di antaranya potensi pelemahan harga batu bara, pengetatan regulasi sektor pertambangan, hingga kemungkinan penundaan proyek akibat kondisi makro global yang belum sepenuhnya stabil.

Di sisi lain, ekspansi ke bisnis non-inti seperti layanan kesehatan juga berpotensi menekan arus kas apabila eksekusinya tidak berjalan optimal pada fase awal.

Dengan mempertimbangkan berbagai faktor tersebut, Sukarno menilai saham PTRO masih menarik untuk strategi trading buy, terutama setelah terkoreksi cukup dalam dari level puncaknya. Dalam jangka pendek, saham PTRO berpeluang mengarah ke kisaran target Rp 6.300 hingga Rp 6.500.  

 
PTRO Chart by TradingView

Mensos Ungkap 54 Juta Warga Miskin Tak Terima BPJS PBI, 15 Juta Warga Mampu Tercover
© 2026 Konten oleh Kontan

Selanjutnya: KIJA Membidik Penjualan Rp 3,75 Triliun

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TAG: