Saham Raharja Energi (RATU) Bangkit Setelah Anjlok 38% Sebulan, BEI Pasang Status UMA



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga saham PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU) mulai bangkit pada perdagangan Kamis (22/10/2026), setelah mengalami tekanan dalam beberapa waktu terakhir. Di tengah penurunan harga saham tersebut, Bursa Efek Indonesia (BEI) menetapkan saham RATU dalam pemantauan Unusual Market Activity (UMA).

Pada perdagangan Kamis, saham RATU ditutup menguat 1,2% ke level Rp 2.520 per saham. Meski demikian, saham emiten energi ini masih terkoreksi 14,86% dalam lima hari perdagangan dan anjlok 38,24% dalam sebulan.

BEI mengumumkan status UMA saham RATU pada Rabu (21/10/2026) menyusul penurunan harga yang dinilai tidak biasa. Bursa menyatakan tengah mencermati pola transaksi saham RATU sebagai bagian dari upaya perlindungan investor.


Baca Juga: Penjualan SBR015 Berakhir, Investor Lebih Minati Tenor 2 Tahun

BEI menegaskan, pengumuman UMA tidak serta-merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap peraturan pasar modal. Investor tetap diimbau untuk mencermati tanggapan manajemen atas permintaan konfirmasi bursa, kinerja perusahaan, serta keterbukaan informasi yang disampaikan.

Investor juga diminta menelaah rencana aksi korporasi yang belum memperoleh persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) dan mempertimbangkan berbagai kemungkinan sebelum mengambil keputusan investasi.

Menanggapi kondisi tersebut, Sekretaris Perusahaan RATU Supriyanti Priandini dalam keterbukaan informasi di BEI pada Kamis (22/10/2026) menyatakan perusahaan ini tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang belum diungkapkan kepada publik dan berpotensi memengaruhi harga saham.

Manajemen RATU menegaskan tidak terdapat informasi material lain di luar yang telah disampaikan melalui keterbukaan informasi resmi. Perusahaan ini juga mengaku tidak mengetahui adanya aktivitas pemegang saham tertentu yang berpotensi memengaruhi harga saham RATU.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News