Saham RANS Anjlok 51%, Usai Polemik Carnival Yogyakarta dan Isu Pengerahan Warga



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Saham PT Rans Entertainmen Indonesia Tbk (RANS) terus mengalami tekanan setelah muncul polemik penyelenggaraan RANS Carnival Yogyakarta. Dalam sebulan terakhir, saham emiten milik Raffi Ahmad tersebut telah merosot 51,1%.

Pada perdagangan Jumat (6/11/2026), saham RANS ditutup melemah 6,32% ke level Rp 89 per saham. Dalam periode lima hari perdagangan, saham ini juga telah terkoreksi 11,88%.

Tekanan terhadap saham RANS terjadi di tengah sorotan publik atas penyelenggaraan RANS Carnival Yogyakarta pada 31 Oktober-1 November 2026. Sejumlah musisi yang sebelumnya dijadwalkan tampil memutuskan mundur, sementara muncul pula pemberitaan mengenai dugaan pengerahan warga dengan imbalan Rp 50.000 untuk menghadiri acara tersebut.


Baca Juga: ST017 Tawarkan Kupon Menarik, Mampukah Pemerintah Capai Target Penjualan?

Menanggapi polemik tersebut, manajemen RANS akhirnya memberikan penjelasan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI). Corporate Secretary PT Rans Entertainmen Indonesia Tbk, Chintami Maranata Sihombing dalam keterbukaan informasi di BEI pada 3 November 2026 membenarkan adanya sejumlah pengisi acara yang tidak jadi berpartisipasi dalam RANS Carnival Yogyakarta.

Perusahaan ini menyebut keputusan tersebut diambil oleh masing-masing pengisi acara berdasarkan pertimbangan mereka terhadap perkembangan situasi menjelang penyelenggaraan kegiatan. Manajemen mengaku menghormati keputusan tersebut dan melakukan penyesuaian terhadap susunan pengisi acara maupun rangkaian kegiatan.

Namun, terkait dugaan pengerahan warga dengan imbalan uang, RANS secara tegas membantah keterlibatan perseroan.

“Perusahaan menegaskan bahwa RANS tidak menginstruksikan, menginisiasi, maupun mendanai pengerahan warga dengan imbalan sebagaimana dimaksud dalam pemberitaan dan pesan WhatsApp yang beredar," tulis Chintami dalam keterbukaan informasi.

RANS juga menegaskan tidak pernah memberikan instruksi kepada pihak kepolisian, perangkat kelurahan, perangkatdesa, maupun pihak lainnya untuk melakukan kegiatan pengerahan warga tersebut.

Dalam penjelasannya kepada BEI, manajemen mengungkapkan bahwa RANS Carnival Yogyakarta merupakan kegiatan hiburan gratis bagi masyarakat yang digelar di Sleman, Yogyakarta, pada 31 Oktober-1 November 2026.

Baca Juga: Harga Bitcoin Menguat, Transaksi Kripto RI Meroket 31,95% pada September 2026

Acara tersebut dirancang dengan melibatkan musisi, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta komunitas kreatif lokal.

Namun, menjelang pelaksanaan acara, muncul perhatian dan tanggapan publik terkait kehadiran Raffi Ahmad dalam kegiatan peringatan Sumpah Pemuda di Bundaran HI, Jakarta, pada 29 Oktober 2026.

Manajemen menyebut, berdasarkan klarifikasi Polda Metro Jaya selaku penyelenggara kegiatan tersebut, Raffi Ahmad hadir sebagai tamu undangan.

Perkembangan situasi tersebut turut memengaruhi persiapan RANS Carnival, termasuk perubahan keikutsertaan sejumlah pengisi acara dan penyesuaian partisipasi pelaku usaha.

RABS kemudian berkoordinasi dengan pihak terkait untuk menyesuaikan susunan pengisi acara serta rangkaiankegiatan. Meski sejumlah musisi batal tampil, RANS Carnival tetap berlangsung selama dua hari sesuai jadwal dengan konsep yang lebih sederhana.

Acara tersebut tetap melibatkan musisi lokal, pelaku UMKM, dan komunitas kreatif di Yogyakarta. Manajemen menyebut penyesuaian dilakukan dengan tetap memperhatikan aspek keamanan dan kenyamanan seluruh pihak.

Terkait dampak polemik terhadap kondisi bisnis, manajemen RANS mengakui masih melakukan evaluasi terhadap pendapatan dan beban penyelenggaraan RANS Carnival Yogyakarta.

Baca Juga: Andalan Artha Bakal IPO di Harga Rp 158-Rp 189 per Saham, Ini Catatan Analis

Evaluasi tersebut mencakup pendapatan serta biaya yang telah maupun akan ditanggung RANS akibat penyesuaian acara. Hasilnya akan dituangkan dalam laporan realisasi keuangan kegiatan.

Meski demikian, manajemen menilai persoalan tersebut sejauh ini tidak memberikan dampak material terhadap kegiatan operasional, kinerja keuangan, arus kas, maupun kemampuan perseroan dalam memenuhi kewajiban keuangannya.

Penilaian tersebut didasarkan pada kondisi hingga tanggal penyampaian tanggapan kepada BEI. Perusahaan ini belum mengungkapkan nilai pasti dampak keuangan dari perubahan konsep dan susunan acara tersebut.

Untuk mencegah kejadian serupa terulang, RANS berencana memperkuat penerapan manajemen risiko dalam penyelenggaraan kegiatan mendatang.

Langkah mitigasi yang disiapkan antara lain menyusun rencana antisipasi terhadap perubahan atau pembatalan pengisi acara, meningkatkan koordinasi dengan aparat keamanan dan pemerintah daerah, serta memperkuat pemantauan isu di media massa dan media sosial.

Perusahaan ini juga akan memperketat prosedur persetujuan dan pengawasan terhadap kegiatan promosi, publikasi, pemberian fasilitas, serta aktivitas yang melibatkan masyarakat.

Selain itu, evaluasi terhadap aspek operasional, keamanan, reputasi, hukum, dan keuangan akan menjadi dasar perbaikan penyelenggaraan acara berikutnya.

Baca Juga: ST017 Ditargetkan Himpun Rp 15 T, Penerbitan SBN Ritel 2026 Bisa Tembus Rp 156 T

Manajemen RANS menegaskan, hingga tanggal penyampaian tanggapan kepada BEI, tidak terdapat informasi atau kejadian material lainnya yang belum disampaikan kepada publik dan berpotensi memengaruhi harga saham maupun kelangsungan usaha.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News