KONTAN.CO.ID - Saham perusahaan teknologi Korea Selatan menguat tajam pada perdagangan Senin (1/6/2026), didorong ekspektasi kerja sama baru di bidang kecerdasan buatan (AI) dan robotika menjelang kunjungan CEO Nvidia, Jensen Huang, ke Korea Selatan. Melansir
Reuters saham Samsung Electronics melonjak 9,5%, mendorong kapitalisasi pasarnya menembus 2.000 triliun won atau sekitar US$ 1,32 triliun. Sementara itu, saham LG Electronics melesat hingga 28%.
Baca Juga: Mayoritas Mata Uang Asia Melemah terhadap Dolar AS, Won Korsel Pimpin Pelemahan Menurut sumber yang mengetahui rencana tersebut, Huang dijadwalkan mengunjungi Korea Selatan pekan ini dan bertemu dengan Ketua LG Group, Koo Kwang-mo, serta sejumlah eksekutif perusahaan teknologi Korea lainnya. Selain itu, Nvidia juga akan menggelar acara "Korean Partner Night" di sela pameran teknologi COMPUTEX di Taipei pada Senin. Acara tersebut akan dihadiri Jensen Huang bersama para petinggi Samsung Electronics, SK Hynix, dan sejumlah perusahaan teknologi lainnya. Nvidia Dinilai Membutuhkan Mitra Korea Selatan Analis KB Securities Jeff Kim menyebutkan, kunjungan Huang memiliki arti strategis bagi industri teknologi Korea Selatan. "Kunjungan Jensen ke Korea memiliki implikasi besar. Nvidia membutuhkan Korea," ujarnya.
Baca Juga: Tesla Batalkan Ancaman Penghentian Kontrak Grafit dengan Syrah Resources Pernyataan tersebut mencerminkan pentingnya peran perusahaan Korea Selatan dalam rantai pasok industri AI global, terutama untuk memori canggih dan komponen pusat data. Pada tahun lalu, Nvidia mengumumkan rencana memasok lebih dari 260.000 chip AI paling mutakhir kepada pemerintah Korea Selatan dan sejumlah perusahaan besar negara tersebut, termasuk Samsung Electronics dan Hyundai Motor Group. Samsung Unggul dalam Persaingan Memori AI Sentimen positif terhadap Samsung juga datang dari perkembangan bisnis semikonduktor perusahaan tersebut. Pada Jumat (30/5), Samsung mengumumkan telah mulai mengirimkan sampel chip memori
high-bandwidth memory (HBM) generasi terbaru kepada pelanggan.
Baca Juga: Goldman Sachs: Rebalancing Indeks China Berpotensi Picu Arus Dana Pasif US$ 48 Miliar HBM merupakan komponen krusial bagi pusat data AI karena mampu menangani kebutuhan komputasi berkecepatan tinggi yang dibutuhkan model kecerdasan buatan generatif. Langkah tersebut dinilai memberi Samsung keunggulan dibanding para pesaingnya dalam distribusi teknologi memori terbaru. Salah satu pelanggan utama Samsung untuk produk HBM adalah Nvidia, yang menjadi pemain dominan di pasar chip AI global.