Saham Singaraja Putra (SINI) melonjak 69,44% di perdagangan perdana



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perusahaan yang bergerak di bidang penginapan dan pengolahan kayu PT Singaraja Putra Tbk resmi melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat (8/11).

Pada perdagangan perdana, harga saham emiten berkode SINI ini sempat melonjak 69,44% ke Rp 183 per saham dari harga initial public offering (IPO) harga IPO Rp 108 per saham.

Baca Juga: Singaraja Putra akan IPO dengan harga penawaran Rp 108 per saham


Dengan begitu, saham SINI otomatis terkena auto reject atas (ARA). Alasannya, kenaikan harga saham ini sudah melebihi ketentuan BEI yang menetapkan bahwa untuk rentang harga saham Rp 50-Rp 200 maka batas naik dan turun saham adalah lebih dari 35% dalam sehari.

Lewat penawaran saham perdana ini, emiten ke-43 yang IPO pada 2019 ini meraup dana segar Rp 18,9 miliar. Direktur Utama SINI Erick Tonny Tjandra mengatakan, dana hasil IPO ini 200% akan digunakan untuk modal kerja meliputi renovasi dan pengadaan furniture, peralatan elektronik, serta desain interior untuk tambahan kamar hasil kerja sama dalam pengelolaan penginapan.

Di samping itu, dana ini juga akan digunakan untuk modal kerja pendirian anak perusahaan baru. "Anak perusahaan ini akan mendukung pemasaran perusahaan dengan mengembangkan platform digital untuk mempermudah pemesanan dan pembayaran jasa pemesanan," ucap dia di BEI, Jakarta, Jumat (8/11).

Baca Juga: Siap-Siap, Banyak Emiten Baru Akan Listing di Akhir Tahun

SINI menawarkan sebanyak 175 juta saham atau setara 63,63% dari total saham yang ditempatkan dan disetor penuh. Di samping itu, perusahaan ini juga akan menerbitkan pemanis berupa waran seri I sebanyak 87,5 juta atau sebesar 31,82% dari total saham ditempatkan dan disetor penuh.

Setiap pemegang dua saham baru berhak memperoleh satu Waran Seri I yang memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli satu saham baru perusahaan yang dikeluarkan dari portepel.

Waran Seri I dengan harga pelaksanaan Rp 115 ini mempunyai jangka waktu pelaksanaan dari 8 Mei 2020 hingga 7 November 2022.

Baca Juga: Masih ada 30 perusahaan yang akan IPO, begini saran analis

Singaraja Putra menunjuk PT Panca Global Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi efek atau lead underwriter. Sementara itu, PT Dhanawibawa Sekuritas Indonesia, PT Minna Padi Investama Sekuritas Tbk, PT Investindo Nusantara Sekuritas, dan PT Panin Sekuritas Tbk berperan sebagai penjamin emisi efek. Selama masa penawaran umum, SINI mengalami kelebihan permintaan sebanyak 3,03 kali dari total saham yang ditawarkan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Yudho Winarto