KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) masih berpeluang mencapai target marketing sales tahun ini. Namun, kasus operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membuat investor perlu mencermati risiko tata kelola yang dapat memengaruhi pergerakan saham perseroan. Equity Research Analyst Kiwoom Sekuritas Indonesia, Adrian Djie mengatakan, marketing sales SMRA pada semester I-2026 mencapai Rp 2,54 triliun, tumbuh 17% secara tahunan atau year on year (YoY). Realisasi tersebut setara dengan 49% dari target tahun ini sebesar Rp 5,2 triliun. Adrian bilang, capaian tersebut menunjukkan permintaan properti SMRA masih cukup terjaga. Perseroan masih memiliki peluang mengejar target tahunan, terutama jika peluncuran proyek baru dan penjualan pada semester II-2026 berjalan sesuai harapan.
Saham SMRA Tertekan Usai OTT KPK, Target Marketing Sales Masih Bisa Tercapai
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) masih berpeluang mencapai target marketing sales tahun ini. Namun, kasus operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membuat investor perlu mencermati risiko tata kelola yang dapat memengaruhi pergerakan saham perseroan. Equity Research Analyst Kiwoom Sekuritas Indonesia, Adrian Djie mengatakan, marketing sales SMRA pada semester I-2026 mencapai Rp 2,54 triliun, tumbuh 17% secara tahunan atau year on year (YoY). Realisasi tersebut setara dengan 49% dari target tahun ini sebesar Rp 5,2 triliun. Adrian bilang, capaian tersebut menunjukkan permintaan properti SMRA masih cukup terjaga. Perseroan masih memiliki peluang mengejar target tahunan, terutama jika peluncuran proyek baru dan penjualan pada semester II-2026 berjalan sesuai harapan.
TAG: