KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Saham PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) kembali menguat usai presiden direkturnya terjaring OTT KPK di lingkungan Kementerian ATR/BPN. SRMA menutup sesi pertama pada Rabu (16/9), dengan menguat 2,78% ke level Rp 296 per saham. Sepanjang sesi pertama, SRMA sempat menguat ke level Rp 304 dan menyentuh ke level terendah di Rp 284. Adapun SMRA diperdagangkan sebanyak 70,59 juta saham dengan total nilai transaksi menembus Rp 20,91 miliar. Padahal pada perdagangan Selasa (15/9), SMRA anjlok 13,26% ke level Rp 288 per saham. Sepanjang hari saham emiten properti tersebut terus tertekan di zona merah di kisaran Rp 330 per saham sampai Rp 284 per saham.
Saham Summarecon (SMRA) Kembali Bangkit Usai Presdirnya Ditangkap KPK
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Saham PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) kembali menguat usai presiden direkturnya terjaring OTT KPK di lingkungan Kementerian ATR/BPN. SRMA menutup sesi pertama pada Rabu (16/9), dengan menguat 2,78% ke level Rp 296 per saham. Sepanjang sesi pertama, SRMA sempat menguat ke level Rp 304 dan menyentuh ke level terendah di Rp 284. Adapun SMRA diperdagangkan sebanyak 70,59 juta saham dengan total nilai transaksi menembus Rp 20,91 miliar. Padahal pada perdagangan Selasa (15/9), SMRA anjlok 13,26% ke level Rp 288 per saham. Sepanjang hari saham emiten properti tersebut terus tertekan di zona merah di kisaran Rp 330 per saham sampai Rp 284 per saham.