KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pergerakan indeks saham syariah yang masih bervariasi sejak awal tahun dinilai mulai menunjukkan tanda stabilisasi. Momentum Ramadan dan Idulfitri berpotensi menjadi katalis tambahan bagi penguatan saham syariah, seiring peluang peningkatan konsumsi domestik. Senior Market Chartist Mirae Asset Sekuritas Indonesia Nafan Aji Gusta menilai secara teknikal mayoritas indeks saham syariah saat ini berada dalam fase konsolidasi positif setelah sempat mengalami tekanan cukup dalam. “Kalau melihat pergerakannya, baik JII maupun ISSI sudah mengalami rebound dari titik terendahnya dan berpotensi memasuki fase bullish consolidation, mengikuti pola pergerakan IHSG,” katanya kepada Kontan, Rabu (18/2/2026).
Menurut Nafan, tekanan sebelumnya tidak lepas dari dinamika pasar global, termasuk kebijakan interim freeze dari MSCI yang sempat memicu volatilitas tinggi hingga perdagangan mengalami trading halt. Kondisi tersebut turut menekan indeks saham syariah sebelum akhirnya mulai pulih.
Baca Juga: IHSG Melesat 1,19% ke 8.310, Top Gainers LQ45: MBMA, MEDC dan EMTK, Rabu (18/2) Ia melihat pola serupa juga terjadi pada IDX Sharia Growth dan IDX MES-BUMN 17 yang kini telah lebih dulu memasuki fase konsolidasi naik setelah sebelumnya terkoreksi tajam. “Secara umum pergerakannya mirip, sebelumnya turun cukup dalam akibat sentimen eksternal, lalu sekarang mulai rebound dan bergerak konsolidatif,” jelasnya. Nafan menilai salah satu faktor yang membedakan kinerja antarindeks syariah adalah struktur free float emiten di dalamnya. Indeks dengan komposisi saham yang memiliki free float lebih besar cenderung bergerak lebih stabil dan menarik minat investor. “Untuk meningkatkan kinerja indeks seperti JII dan ISSI, emiten perlu meningkatkan free float secara bertahap, idealnya menuju kisaran 15% agar likuiditas pasar semakin baik,” katanya. Ia menambahkan, IDX Sharia Growth dan IDX MES-BUMN 17 relatif lebih kuat karena berisi emiten yang lebih spesifik dengan struktur kepemilikan saham yang dinilai lebih sehat. Dari sisi musiman, periode Ramadan dan Idulfitri dinilai berpotensi menjadi pendorong tambahan bagi saham syariah, terutama yang berkaitan dengan konsumsi domestik.
Baca Juga: IHSG Naik 0,89% ke 8.285 di Sesi I Rabu (18/2), Saham MBMA, EMTK, SCMA Top Gainers “Ada momentum seasonal effect. Permintaan masyarakat biasanya meningkat, sehingga kinerja penjualan emiten berbasis konsumsi dapat terdorong,” ujarnya. Tema investasi berbasis ekosistem syariah juga dinilai semakin menarik di tengah meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap produk halal dan instrumen investasi sesuai prinsip syariah. Menurutnya, sektor yang berkaitan dengan produk halal, penguatan ekonomi syariah domestik, hingga instrumen investasi seperti emas berpeluang mendapat perhatian lebih dari investor. “Penguatan ekosistem berbasis syariah bisa meningkatkan demand terhadap emiten yang menjalankan bisnis sesuai prinsip syariah,” tambahnya. Secara keseluruhan, Nafan melihat peluang penguatan indeks saham syariah tetap terbuka dalam jangka menengah, terutama jika stabilitas pasar terjaga dan konsumsi domestik meningkat selama periode Ramadan.
“Selama tren konsolidasi positif ini bertahan, indeks syariah berpotensi melanjutkan penguatan secara bertahap,” tutupnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News