Saham UEA Rontok, Indeks Dubai Turun 4,7% Pasca Serangan Rudal Iran



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bursa saham di Dubai dan Abu Dhabi anjlok tajam pada Rabu waktu setempat setelah kembali dibuka usai penghentian perdagangan selama dua hari menyusul gelombang serangan rudal dan drone Iran terhadap negara Teluk tersebut pada Minggu.

Penutupan sementara tersebut membekukan transaksi aset tercatat senilai miliaran dolar AS, seiring investor menunggu kejelasan terkait skala kerusakan akibat serangan akhir pekan yang menghantam bandara, pelabuhan, dan kawasan permukiman di kedua emirat tersebut.

Indeks Dubai Turun 4,7%, Terbesar Sejak Mei 2022

Indeks saham utama Dubai, DFMGI, merosot 4,7% pada awal perdagangan. Penurunan ini menjadi yang terbesar secara intraday sejak Mei 2022, dengan pelemahan terjadi secara luas di berbagai sektor.


Baca Juga: Imbas Gangguan LNG Qatar, Harga Batubara Naik 7% ke US$ 138 Per Ton

Tekanan terbesar datang dari saham-saham unggulan (blue chip), termasuk pengembang properti raksasa Emaar Properties yang turun 4,9%. Maskapai berbiaya rendah Air Arabia juga melemah 5% seiring kekhawatiran atas dampak gangguan operasional terhadap sektor penerbangan dan pariwisata.

Bursa Abu Dhabi Jatuh 3,6%

Sementara itu, indeks utama Abu Dhabi, FTFADGI, terkoreksi 3,6%. Penurunan ini juga menjadi yang terdalam sejak Mei 2022.

Saham bank terbesar di Uni Emirat Arab, First Abu Dhabi Bank, turun 5% dan menjadi salah satu penekan utama indeks. Pelaku pasar mencermati potensi risiko kredit dan eksposur pembiayaan terhadap sektor-sektor yang terdampak serangan.

Otoritas Bursa Tetapkan Batas Bawah Harga -5%

Kedua bursa menyatakan akan menetapkan batas bawah harga (lower price limit) sementara sebesar -5% untuk seluruh sekuritas yang diperdagangkan. Kebijakan ini bertujuan meredam volatilitas ekstrem dan menjaga stabilitas pasar di tengah meningkatnya ketidakpastian geopolitik.

Baca Juga: Pentagon Umumkan Identitas Empat Tentara AS yang Tewas dalam Perang Melawan Iran

Dalam pernyataan terpisah, Dubai Financial Services Authority (DFSA) menyampaikan bahwa Nasdaq Dubai juga kembali melanjutkan perdagangan pada hari yang sama.

Di sisi lain, Abu Dhabi Securities Exchange menginstruksikan seluruh perusahaan tercatat untuk segera melakukan evaluasi terhadap eksposur keuangan dan operasional mereka. Emiten diminta mengungkapkan secara cepat setiap informasi material yang dapat memengaruhi keputusan investor.