Saka batal akusisi sejumlah blok



JAKARTA. PT Saka Energi Indonesia yang merupakan anak usaha PT Perusahaan Gas Negera (PGN) terpaksa membatalkan sejumlah rencana akusisi blok migas seperti di blok South Natuna dan blok Bentu.

Direktur Utama Saka, Tumbur Parlindungan mengatakan, Saka Energi belum ada rencana untuk akusisi blok migas di luar negeri dan di dalam negeri. "Kami yang ada saja dulu,"ujar Tumbur pada Rabu (17/5).

Menurut Tumbur, sumber daya manusia (SDM) Saka saat ini masih terbatas sehingga Saka Energi memilih berkonsentrasi di blok-blok existing. "Orang kami enggak banyak. Bloknya ada 12, orangnya tidak sampai 300 orang. KurangĀ orang sehingga kami fokus di dalam dulu," jelasnya.


Saka saat ini masih fokus untuk mengelola blok yang ada di dalam negeri terutama Blok South Sesulu dan Blok Sedayu. Hal ini pun tercermin dari rencana kerja Saka tahun ini yang rencananya akan melakukan pemboran di Sedayu dan Sotuh Sesulu.

Pemboran eksplorasi tersebut diharapkan bisa memberikan hasil sehingga Saka bisa segera mengajukan Plan of Development (POD) Blok Sedayu dan Blok South Sesulu. Tumbur menargetkan, POD Blok Sedayu akan diserahkan pada kuartal III-2017. Untuk POD South Sesulu masih harus menunggu hasil pemboran satu sumur yang dilakukan pada tahun ini.

Selain pemboran eksplorasi, Saka beserta partner di blok produksi juga melakukan pemboran untuk meningkatkan produksi. Maka tidak heran jika pada tahun ini akan ada kenaikan produksi dari South East Sumatera dan blok Fasken di Amerika.

Selain itu, produksi Saka juga disumbang dari Blok Sanga-Sanga yang baru saja diakusisi Saka. Lewat Sanga-Sanga, Saka bisa menaikan produksi hingga 30%.

Maka hingga kuartal I saja produksi Saka sudah mencapai 48.000 barrels of oil equivalent per day (BOEPD). Tahun ini Saka menargetkan produksi bisa mencapai 50.000 BOEPD yang terdiri dari 60% gas dan 40% minyak.

Tumbur menyebut, tambahan produksi untuk memenuhi target tersebut akan di dapat dari Blok Muara Bakau yang baru saja mulai berproduksi. Targetnya produksi Muara Bakau pada tahun ini bisa mencapai 450 mmscfd.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Rizki Caturini