Saka menargetkan Kerendan-1 produksi gas 20 mmscfd



JAKARTA. PT Saka Energi Indonesia, bersama rekan kerjanya, Salamander Energy, kembali menemukan cadangan gas baru di lapangan Kerendan. Perusahaan ini menargetkan sumber gas baru ini bisa menghasilkan 20 million standard cubic feet per day (mmscfd) di akhir 2014.

Direktur Operasional Saka Energi Indonesia Tumbur Parlindungan mengatakan, pengeboran pada sumur upper berai West Kerendan-1 dilakukan Maret 2014. Gas di sumur upper berai ini ditemukan di zona middle miocence sandstone, oligocene upper berai, formasi karbon lower berai, dan eocene Tanjung.

Sumur West Kerendan-1 ini diperkirakan mengandung gas antara 133 billion cubic feet (bcf)- 683 bcf. Tumbur bilang, temuan gas baru ini, akan memberikan tambahan bagi 180 bcf sumber daya gas yang sebelumnya telah ditemukan di Kerendan.


Namun, Tumbur enggan membeberkan total investasi yang harus dikeluarkan perusahaan dan Salamander Energy untuk mengebor sumur ini. "Saya mesti lihat lagi angkanya, tapi perlu diingat pengeboran ini belum selesai dan rig-rig-nya masih ada di lokasi, " kata Tumbur kepada KONTAN, Minggu (13/4).

Meski belum berproduksi, gas Kerendan-1 sudah punya calon pembeli. Pasalnya, pada pertengahan 2011 silam, Saka Energi dan Salamander Energy sudah meneken perjanjian jual-beli dengan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN).

Dalam perjanjian jual-beli gas tersebut, Saka Energi dan mitranya yang berasal dari Inggris tersebut bertanggungjawab mengembangkan lapangan gas serta membuat gas processing facility dan pipa pengiriman sepanjang tiga kilometer (km).

Sementara, PLN bertanggung jawab membangun pembangkit listrik tenaga gas dan jalur transmisi sepanjang 220 km. Jaringan itu bertujuan menghubungkan pembangkit dengan jaringan listrik di wilayah Kalimantan.

Nah, rencananya, gas yang mulai diproduksi pada akhir tahun 2014 ini akan dipasok untuk memenuhi kebutuhan pasokan gas pembangkit listrik di Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah. Total produksi awal diprediksi sebanyak 20 mmscfd.

Saat ini, Saka Energi dan Salamander Energy sedang dalam pembicaraan dengan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) untuk memasukkan temuan gas West Kerendan-1 dalam rencana pengembangan lapangan Kerendan.

Sekedar informasi, pengeboran sumur West Kerendan-1 ini merupakan pengeboran kelima. Sebelumnya Saka Energi dan Salamander Energy sudah melakukan pengeboran di lima sumur, yaitu Kerendan I, Kerendan II, Kerendan III, dan Kerendan IV. Pengeboran eksplorasi sumur West Kerendan, Blok Bangkanai, Kalimantan Tengah dilakukan sejak pada awal Oktober 2013 lalu. Sumur ini dibor dengan menggunakan rig DrillCo-1 hingga kedalaman 13.950 kaki.

Dalam proyek bersama ini, Saka Energi memiliki 30% participating interest (PI) Blok Bangkanai. Sementara Salamander Energy mengempit 70% PI, sekaligus bertindak sebagai operator.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Anastasia Lilin Yuliantina