Saling berlomba merebut pembeli (3)



Kota Medan memang terkenal dengan ikan terinya yang sangat khas. Makanya, selain di pasar Sentral, juga terdapat beberapa sentra penjualan ikan teri di Kota Medan. Salah satunya di Pasar Sambu. Para pedagang teri di Pasar Sentral mengaku, tidak tahu persis mana yang lebih dulu antara sentra teri di Pasar Sentral dan Pasar Sambu.

Yang jelas, kedua sentra teri ini sudah ada sejak puluhan tahun lalu. Meskipun pedagang ikan teri di Kota Medan sangat banyak, mereka tak khawatir karena pasarnya juga besar. Di Pasar Sentral sendiri ada sekitar 50 pedagang ikan teri. Kendati komoditas yang mereka jual relatif sama, persaingan antar pedagang masih relatif sehat.

Robert, pedagang teri di Pasar Sentral mengakui, memang ada persaingan merebut pembeli. "Tapi persaingannya masih positif," katanya. Paling yang dilakukan pedagang berlomba-lomba menyediakan ikan dengan kualitas terbaik dan harga yang kompetitif.


Saat KONTAN menyambangi pasar ini, para pedagang memang tampak bersaing menarik perhatian pembeli. Setiap ada pengunjung yang datang, mereka akan bersorak dan memanggil-manggil agar mau mampir ke lapak dagangannya. Suasana riuh pedagang memanggil para pengunjung sudah terdengar hingga dari luar pintu masuk pasar.

Kendati kesannya berlomba-lomba, menurut Robert, pada dasarnya setiap pedagang sudah memiliki pelanggan masing-masing. Yang masih memungkinkan untuk direbut adalah pembeli dari luar kota.

A Chui, pedagang lainnya mengatakan, jumlah pengunjung Pasar Sentral tidak seramai dulu lagi. Menurutnya, dulu banyak orang mampir ke pasar ini membeli teri medan untuk dijadikan oleh-oleh atau buah tangan. "Sekarang hanya beberapa pengunjung yang menjadikan teri medan sebagai oleh-oleh," katanya.

Menurutnya, hal itu terjadi karena di Jakarta sendiri sudah ada banyak pedagang teri medan. Sekarang, orang luar kota yang berkunjung ke Medan kebanyakan mencari makanan khas, seperti pancake durian, bika ambon atau kue bolu meranti sebagai oleh-oleh.

A Chui bilang, masuknya teri medan ke Jakarta sudah berlangsung selama beberapa tahun terakhir. Itu terjadi karena permintaan teri medan di Jakarta cukup tinggi. "Kondisi inilah yang kurang menguntungkan kami," katanya.

Makanya, para pedagang sekarang lebih banyak mengandalkan kunjungan dari warga lokal saja. Sentra ini selalu ramai pengunjung sejak pagi hingga siang hari. Namun, menjelang sore, para pedagang mulai menutup kiosnya.

Indra, salah seorang warga Medan yang kerap belanja teri di pasar ini mengaku sudah lama menjadi pelanggan. Ia bersama isterinya kerap membeli ikan teri di pasar ini. Menurut Indra, kualitas ikan teri yang dijual di pasar ini sangat bagus. Selain itu, pasar ini juga relatif aman dan nyaman buat belanja.

Salah satu indikasinya, lahan parkirnya tersedia luas sehingga bisa menampung seluruh kendaraan pengunjung. Pengaturan parkirnya pun rapi karena ada manajemen yang secara khusus mengelolanya.          

(Selesai)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News