Sama-Sama Berisiko, Ini Perbedaan P2P Lending dengan Investasi Saham dan Kripto



MOMSMONEY.ID - Meski sama-sama berisiko tinggi, nyatanya mempercayakan dana di peer to peer lending alias P2P lebih banyak risiko yang harus ditanggung. 

Imelda Tarigan, perencana keuangan dari Oneshildt mengatakan jika dibandingkan dengan saham dan kripto yang juga sama-sama berisiko tinggi, P2P ini memiliki perbedaan dari sisi nilai returnnya.

"Kalau saham atau kripto, keputusan return ada di market. Sedangkan kalau P2P keputusan return ada di bisnisnya peminjam. Beda banget," katanya.


Eko Endarto, perencana keuangan Finansia Consutlting menjelaskan lebih lanjut, pada instrumen investasi saham, kripto, juga reksadana tidak dapat ditentukan tingkat return ke depannya karena harga berfluktuasi sesuai permintaan pasar.

Baca Juga: Ini Daftar Pinjaman Online Resmi Terdaftar di OJK

"Sedangkan pada P2P Lending return investasi sudah fixed ditentukan di awal, sebelum investasi kita memilih peminjam dengan return tertentu, misalnya 16% ataukah 18%," kata Eko.

Selain itu, risiko instrumen saham, kripto dan reksadana, adalah turunnya harga. Sementara, pada P2P Lending, risikonya adalah tidak menerima pengembalian dana investasi karena terjadi gagal bayar dari peminjam.

Eko bilang jika ingin investasi di sini, carilah P2P yang sudah terdaftar OJK dan punya asuransi kalau gagal bayar.

Pilih juga perusahaan yang melakukan analisis mendalam pada calon peminjam. Kendati semua itu juga bukan jaminan investasi Anda aman.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Francisca bertha