KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Samator Indo Gas Tbk (
AGII) menggelar sejumlah strategi untuk menjaga pertumbuhan kinerja sampai akhir tahun 2026. Guna menopang strategi tersebut, AGII menyiapkan belanja modal atau
capital expenditure (capex) sekitar Rp 300 miliar - Rp 350 miliar. Presiden Direktur & Chief Executive Officer Samator Indo Gas, Rachmat Harsono menjelaskan bahwa anggaran capex AGII pada tahun ini akan dialokasikan untuk investasi regular. Mencakup fasilitas pemasaran seperti tanki, isotank, penambahan fasilitas
filling station di lokasi
existing serta
maintenance & upkeep aset operasional. "Pada kuartal I-2026, realisasi belanja modal Perseroan telah mencapai sekitar 20% dari total anggaran tahun ini," kata Rachmat kepada Kontan.co.id, Selasa (5/5/2026).
Baca Juga: Laba Melejit 353% pada Kuartal I, Begini Target & Strategi Samator (AGII) di 2026 Secara kinerja, performa laba AGII moncer pada awal tahun ini. Laba bersih AGII melonjak 353,47% secara tahunan atau
year on year (yoy) dari Rp 7,76 miliar menjadi Rp 35,19 miliar pada kuartal I-2026. Lonjakan laba bersih AGII terdorong oleh sejumlah faktor. Pada periode yang sama, pendapatan dari kontrak dengan pelanggan mengalami pertumbuhan 7,91% (yoy) dari Rp 706,26 miliar menjadi Rp 762,14 miliar. Rachmat membeberkan bahwa peningkatan laba bersih AGII terdorong oleh kinerja operasional serta normalisasi pos non-operasional. Dia menyoroti, pertumbuhan kinerja ini tercapai di tengah dinamika lingkungan operasional di Indonesia, yang mencerminkan ketahanan model bisnis AGII serta kekuatan hubungan komersial di seluruh segmen industri dan layanan kesehatan. Pertumbuhan kinerja AGII juga didorong oleh permintaan yang solid di segmen gas industri dan medis, serta kontribusi merata dari seluruh wilayah operasional. Kombinasi pertumbuhan pendapatan, ekspansi margin kotor, serta disiplin biaya operasional mendorong peningkatan signifikan pada margin profitabilitas.
Target Kinerja & Strategi 2026
Rachmat menjelaskan, panduan kinerja AGII mengacu pada pertumbuhan yang konsisten dengan kisaran 1,5 - 2 kali pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia. Dengan asumsi pertumbuhan ekonomi nasional sekitar 5%, maka hal ini merefleksikan target pertumbuhan pendapatan AGII pada tahun ini berada di kisaran 10% dibandingkan capaian 2025. Sedangkan dari sisi profitabilitas, AGII optimistis laba bersih dapat tumbuh secara lebih optimal. "Didukung oleh peningkatan volume penjualan di segmen-segmen utama, serta peningkatan efisiensi konsumsi listrik di fasilitas produksi utama dan utilisasi yang lebih tinggi di seluruh jaringan pabrik Perseroan," kata Rachmat. Rachmat optimitis outlook bisnis di sisa tahun 2026 akan tetap positif, meski di tengah dinamika global. Walau begitu, AGII tetap mewaspadai ketidakpastian geopolitik dan volatilitas energi yang berpotensi menekan biaya operasional dan rantai pasok, serta berdampak pada aktivitas industri.
Baca Juga: Punya Pengendali Baru, Geoprima Solusi (GPSO) Pasang Target Ambius di 2026 AGII mengusung tiga strategi utama untuk mengantisipasi tantangan tersebut. Pertama, menerapkan pendekatan yang disiplin dalam pengelolaan biaya serta optimalisasi operasional. "Termasuk melalui peningkatan
operating leverage seiring dengan pertumbuhan volume dan utilisasi aset, sehingga dapat menjaga keseimbangan antara kinerja keuangan dan keberlanjutan bisnis," jelas Rachmat. Kedua, menjaga pertumbuhan yang disiplin pada sektor-sektor utama. Ketiga, melakukan investasi yang terarah dan selektif guna memperkuat kapasitas serta kapabilitas di lini bisnis gas industri dan medis. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News