KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Jakarta Industrial Estate Pulogadung menjadikan momentum Hari Pelanggan Nasional yang setiap tahunnya jatuh pada 4 September untuk mengapresiasi seluruh tenan dan investor di Kawasan Industri Pulogadung. Bertempat di 2 (dua) gate masuk utama Kawasan Industri Pulogadung, pada hari Jumat (4/9) manajemen JIEP membagikan ribuan masker serta hand sanitizer kepada tenant dan investor yang beraktivitas di Kawasan Industri Pulogadung. Direktur Utama Jakarta Industrial Estate Pulogadung, Landi R Mangaweang, mengatakan, dalam Hari Pelanggan Nasional 2020, manajemen JIEP berkomitmen untuk terus memberikan layanan terbaik dan prima kepada para pelanggan yang dalam hal ini ialah tenant dan investor di Kawasan Industri Pulogadung.
Menurutnya, program pemberian masker dan hand sanitizer yang dilaksanakan manajemen JIEP merupakan wujud konkret manajemen dalam menciptakan engagement serta awareness terhadap para tenant dan investor. Baca Juga: Jakarta Industrial Estate Pulogadung salurkan bantuan penanganan Covid-19 “Kami mengucapkan selamat Hari Pelanggan Nasional, semoga di momen yang baik ini manajemen PT JIEP dapat menghadirkan kebahagiaan bersama untuk pelayanan yang lebih baik. Adapun program pembagian masker dan hand sanitizer yang dilaksanakan manajemen JIEP hari ini selain bertujuan untuk menciptakan customer experience yang baik kepada tenant dan investor JIEP, juga bertujuan untuk meminimalisir penularan virus Covid-19 khususnya di dalam Kawasan Industri Pulogadung. Lebih dari itu kami berkomitmen untuk menetapkan Kawasan Industri Pulogadung sebagai Kawasan Wajib Masker, agar segala aktivitas di era new normal seperti saat ini harus selalu mengutamakan protokol kesehatan yang berlaku,” ujarnya dalam siaran pers, Sabtu (5/9). Sementara itu, Sekretaris Perusahaan Jakarta Industrial Estate Pulogadung, Purwati, menambahkan dalam rangka memperingati Hari Pelanggan Nasional 2020 selain membagikan masker dan hand sanitizer manajemen PT JIEP juga mengadakan webinar dengan tema “Zero Waste Living : Seni Hidup Minimalis Yang Berdampak Besar Pada Lingkungan” yang diikuti oleh tenant, investor, pegiat lingkungan, serta masyarakat di sekitar Kawasan Industri Pulogadung.