Sambut Indonesia Bergabung di BRICS, Putin Sebut Peluang Baru Kerja Sama Strategis



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Presiden Rusia Vladimir Putin secara khusus menyoroti posisi baru Indonesia sebagai anggota blok ekonomi BRICS (Brasil, Rusia, India, China, South Africa).

Hal itu disampaikannya saat menerima kunjungan Presiden RI Prabowo Subianto di Kremlin, Moskow, Senin (13/4/2026). 

Menurut Putin, keterlibatan Indonesia menjadi babak baru yang strategis bagi kedua negara untuk meningkatkan peluang kerja sama. 


"Indonesia sudah menjadi anggota BRICS. Hal ini membuka peluang baru untuk mengembangkan kerja sama kita," tegas Putin.

Baca Juga: Indonesia dan Brasil Teken 8 Kerja Sama Strategis, Nilai Investasi Tembus US$5 Miliar

Putin menilai kerja sama ini tidak hanya berhenti di level BRICS saja.

Ia juga membuka pintu lebar bagi Indonesia untuk menjalin integrasi ekonomi yang lebih erat dengan kawasan utara melalui Uni Ekonomi Eurasia. 

"Hal yang sama kita bisa bicara mengenai kerja sama dengan Uni Ekonomi Eurasia," tambah Putin. 

Sebelumnya, Pemerintah Indonesia resmi memperkuat posisinya di kancah ekonomi global dengan bergabung ke dalam kelompok BRICS serta menjadi anggota New Development Bank (NDB). 

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa langkah ini merupakan strategi besar untuk memperluas akses pasar dan memperdalam kerja sama di antara negara-negara global south.

"BRICS ini merupakan akses pasar baru, dengan BRICS kita juga melihat potensi kerja sama global south sebagai konsekuensi Indonesia memimpin konferensi Asia-Afrika," ujar Airlangga dalam Rapat Rapat Pimpinan Nasional Kamar Dagang dan Industri (Kadin), (1/12/2025).

Baca Juga: RI-Korsel Sepakati 10 Kerja Sama Strategis, Dorong Ekonomi dan Industri Masa Depan

Sebagai komitmen awal, pemerintah telah menyepakati penyetoran modal sebesar US$ 1 miliar ke New Development Bank untuk mendukung pembangunan dan investasi di negara anggota.

"Pemerintah sudah sepakat untuk memberikan dana US$ 1 miliar untuk investasi di New Development Bank. Jadi kita menjadi anggota dan langsung berpartisipasi aktif dalam persiapan New Development Bank," katanya. 

Untuk diketahui, NDB merupakan suatu bank pembangunan multilateral yang didirikan oleh anggota-anggota BRICS pada Juli 2024 lalu. 

Baca Juga: Sawit Jadi Jembatan Baru Kerja Sama Indonesia–Pakistan

NDB memiliki kantor pusat di Shanghai, Tiongkok dan juga ada di pusat-pusat regional antara lain di Afrika.

NDB bertujuan untuk membiayai proyek-proyek pembangunan berkelanjutan dan juga untuk mendorong ekonomi negara berkembang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News