Sambut Ramadan–Lebaran, Depo Bangunan Optimistis Dongkrak Penjualan Kuartal I-2026



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Caturkarda Depo Bangunan Tbk (DEPO) optimistis menghadapi kinerja bisnis pada kuartal I-2026 seiring hadirnya momentum Ramadan dan Lebaran, yang secara historis memberikan dorongan signifikan terhadap penjualan ritel bahan bangunan.

Direktur Caturkarda Depo Bangunan, Caroline Kettin, mengatakan periode Ramadan dan Lebaran merupakan salah satu fase penting bagi industri ritel, termasuk sektor bahan bangunan.

Oleh karena itu, perseroan telah menyiapkan sejumlah strategi untuk mengoptimalkan peluang tersebut.


Baca Juga: Harga Nikel Naik Tajam, FINI Bantah Efek Tunggal Pemangkasan Produksi

“Perseroan menyambut baik momentum ini dengan berfokus pada pengembangan variasi produk serta eksekusi strategi operasional yang efektif dan efisien di seluruh gerai,” ujar Caroline kepada Kontan.co.id, Rabu (7/1/2026).

Dengan berbagai persiapan tersebut, DEPO optimistis momentum musiman ini akan memberikan kontribusi positif terhadap aktivitas penjualan pada awal 2026.

Seiring prospek kuartal I-2026 yang dinilai positif, DEPO juga melihat outlook bisnis sepanjang tahun ini masih menjanjikan, meskipun dibayangi tantangan makroekonomi dan persaingan industri yang semakin ketat.

Caroline menilai stimulus fiskal serta belanja modal pemerintah berpotensi menjadi katalis bagi sektor properti dan konstruksi, yang diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi dan permintaan bahan bangunan.

Meski demikian, manajemen tetap menerapkan sikap kehati-hatian mengingat sektor ini sangat sensitif terhadap daya beli masyarakat.

Baca Juga: Pertamina Bakal Serap Proyek DME Hasil Hilirisasi Batubara

“Kami menyadari sektor ini sangat dipengaruhi oleh daya beli dan kondisi makro. Karena itu, perseroan bersikap lebih berhati-hati dalam pengambilan keputusan, namun tetap optimistis sambil terus memantau perkembangan pasar,” jelas Caroline.

Dari sisi target, DEPO membidik pertumbuhan pendapatan hingga 10% pada 2026 dengan tingkat profitabilitas yang dijaga tetap stabil.

Pendorong utama pertumbuhan kinerja tahun ini antara lain pengembangan wilayah pelayanan konsumen melalui pembukaan gerai baru, peningkatan variasi produk, serta penguatan penjualan omnichannel.

Selain itu, perseroan juga berfokus pada peningkatan kapasitas dan kualitas tim operasional guna meningkatkan layanan kepada pelanggan.

Di tengah persaingan industri yang semakin ketat serta tantangan fluktuasi daya beli dan biaya operasional, DEPO memperkuat fondasi bisnis melalui digitalisasi dan efisiensi operasional.

Baca Juga: Pengusaha Menanti Keputusan Pemerintah Soal Kuota Produksi Nikel 2026

“Menghadapi tantangan tersebut, perseroan berfokus pada penguatan fondasi bisnis, termasuk melalui digitalisasi sistem, optimalisasi pengelolaan persediaan, serta pelatihan sumber daya manusia agar perseroan semakin tangguh dan efisien dalam menghadapi dinamika pasar,” tutur Caroline.

Ia berharap dukungan kebijakan pemerintah dapat membantu menjaga likuiditas dan daya beli masyarakat, sehingga berdampak positif bagi sektor properti, konstruksi, dan ritel bahan bangunan ke depan.

Selanjutnya: Kurangi Ketergantungan ke China, Maersk Jajaki Etanol Sebagai Bahan Bakar

Menarik Dibaca: Fres & Natural Kolaborasi dengan Vilo Gelato, Tawarkan Wangi Baru untuk Anak Muda

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News