Samindo Resources (MYOH) Mulai Tender Offer TRJA di Harga Rp 281



KONTAN.CO.ID- JAKARTA. PT Samindo Resources Tbk (MYOH) mulai melakukan penawaran tender wajib (tender offer) atas saham PT Transkon Jaya Tbk (TRJA). Tender offer ini dilakukan MYOH terhadap 271,83 juta saham TRJA atau 18% dari seluruh saham TRJA yang telah ditempatkan dan disetor penuh.

Tender offer ini sejalan dengan penyelesaian akuisisi mayoritas saham TRJA oleh MYOH. Mengingatkan saja, pada 30 November 2023 lalu, MYOH membeli 1,11 miliar atau 74% saham TRJA.

Pihak penjual adalah PT Damai Investama Sukses dan PT MSJ Investama Abadi, yang merupakan pengendali lama TRJA. Usai selesainya transaksi ini, maka MYOH kini menjadi pengendali baru TRJA.


Karena itu sesuai ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), MYOH wajib melakukan tender offer untuk memberikan kesempatan kepada pemegang saham publik dan pemegang saham TRJA, yakni PT Aneka, untuk menjual sahamnya kepada MYOH selaku pengendali baru.

Baca Juga: Ini Rencana Samindo Resources (MYOH) Usai Jadi Pengendali Baru Transkon Jaya (TRJA)

Harga tender offer ditetapkan sebesar Rp 281 per saham. Harga ini didapatkan dari rata-rata harga tertinggi harian saham TRJA yang diperdagangkan di BEI selama 90 hari sebelum tanggal pengumuman negosiasi, yakni Rp 280,19. Harga tender offer juga lebih tinggi dari harga transaksi akuisisi TRJA sebesar Rp 275 per saham.

Sehingga, nilai total tender wajib ini sebesar Rp 76,38 miliar. "Dana akuisisi dan tender offer TRJA semuanya berasal dari kas internal," ujar Sekretaris Perusahaan MYOH, Ahmad Zaki Natsir kepada KONTAN, kemarin.

Periode tender offer berlangsung mulai 12 Januari sampai 10 Februari 2024, dan tanggal pembayaran jatuh pada 22 Februari 2024. PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia ditunjuk sebagai perusahaan efek yang menangani tender offer ini.

Baca Juga: PT Aneka Kembali Divestasi 7,42 Juta Saham Transkon Jaya (TRJA)

Ahmad Zaki mengatakan, masuknya TRJA menjadi bagian MYOH akan memperkuat posisi MYOH sebagai penyedia jasa pertambangan terintegrasi. "Artinya ada satu layanan lagi yang dapat kami tawarkan kepada klien kami," terang Zaki.

Saat ini, MYOH memiliki empat layanan yang telah ditawarkan kepada pelanggan, yakni overburden (OB) removal, coal getting, coal hauling dan exploration drilling.

Sedangkan TRJA telah dikenal luas tidak hanya di pertambangan batubara, namun juga pertambangan selain batubara. Hal ini tentu akan menjadi pintu masuk bagi MYOH untuk dapat memperluas jangkauan pasar.

Baca Juga: Antisipasi Harga Komoditas Turun di 2024, Emiten Jasa Tambang Pasang Target Mini

TRJA bergerak dalam penyewaan kendaraan berpenggerak roda empat atau four-wheel drive (4WD) yang merupakan alat transportasi pendukung utama dalam kegiatan pertambangan. Kendaraan TRJA sebanyak 2.800 unit tersebar di berbagai kontraktor tambang besar seperti PT Pamapersada Nusantara dan PT Bukit Makmur Mandiri Utama (BUMA).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Noverius Laoli