Panic selling, IHSG ambrol 3,29% di akhir sesi satu



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tumbang 200 poin atau 3,29% selama sesi pertama perdagangan Senin (13/8). IHSG ditutup sementara siang ini di level 5.877,04.

Sebanyak 369 saham yang turun menyeret IHSG. Hanya ada 32 saham yang menguat, sedangkan 70 lainnya tak bergerak. 

Investor asing tengah menarik dananya dari bursa Tanah Air. Net sell di pasar reguler mencapai Rp 505 miliar, dan di pasar keseluruhan Rp 500,68 miliar.


Sektor saham finansial melorot sampai 4,08%. Enam sektor lainnya, seperti industri dasar, aneka industri, tambang, manufaktur, infrastruktur, dan agrikultur turun di atas 3%.

Total perdagangan sampai siang ini memperjualbelikan 4,89 miliar saham dengan nilai transaksi Rp 4,1 triliun.

Semua emiten LQ45 merosot pada perdagangan sampai siang ini. Tiga saham yang paling turun antara lain: -Media Nusantara Citra (MNCN) yang turun 7,07% menjadi Rp 920 per saham - PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) sebesar 6,8% menjuadi Rp 6.850 per saham - PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) sebesar 6,58% menjadi Rp 7.450 per saham.

Yuliana, Analis PT Profindo Sekuritas Indonesia mengatakan, penurunan IHSG hari ini memang disebabkan dari panic selling. Hal itu terjadi karena kekhawatiran krisis di Turki yang dapat mempengaruhi ke emerging market.

Sentimen dari dalam negeri pun tak kalah panas. Dia menyebut, data ekonomi current account deficit (CAD) atau defisit transaksi berjalan Indonesia yang membengkak ke level 3% juga membuat indeks jatuh di hari ini.

Namun, ini bisa menjadi peluang bagus bagi investor. "Menurut saya, ini bisa jadi momentum buy on weakness karena seharusnya krisis Turki tidak akan berpengaruh signifikan terhadap fundamental Indonesia,” ujar Yuliana kepada Kontan.co.id

Di sisi lain, menurutnya Bank Indonesia (BI) juga sepertinya akan menaikan suku bunga di tanggal 14 hingga 15 Agustus nanti. Dan, ini akan menjadi sentimen positif bagi market.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Sanny Cicilia