JAKARTA. PT Sampoerna Agro Tbk masih belum menghitung kebutuhan sagu untuk industri olahan tepungnya. Saat ini, perusahaan berkode emiten SGRO ini tengah fokus merevitalisasi kebun. “Kita belum ada aliran informasi resmi tentang produksi dan pasokan,” kata Michael Kusuma, Hubungan Investor PT Sampoerna Agro Tbk. Sampoerna Agro dipatok untuk menghasilkan produksi tepung sagu sebesar 100 ton per hari. Sayangnya, Michael enggan memerinci berapa besar pasokan sagu yang dibutuhkan. Michael menjelaskan, usia tanaman sagu yang bisa berproduksi harus menunggu delapan hingga sepuluh tahun. “Kita juga belum mencatat usia tanaman sisanya. Kapan terakhir ditanam, jadi kita belum tahu,” katanya.Sampoerna Agro memiliki kebun seluas 21.620 hektare; dengan lahan yang dicuil untuk penanaman sagu seluas 12.000 hektare. Sisanya, seluas 9.620 hektare, digunakan untuk pabrik dan konservasi. Pabrik pengolahan ditargetkan berdiri pada kuartal keempat 2011. Pada awal produksi, besarnya tidak akan menembus 100 ton per hari. Untuk membangun pabrik tersebut Sampoerna Agro menghabiskan US$ 7-8 juta.Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sampoerna Agro sibuk merevitalisasi kebun
JAKARTA. PT Sampoerna Agro Tbk masih belum menghitung kebutuhan sagu untuk industri olahan tepungnya. Saat ini, perusahaan berkode emiten SGRO ini tengah fokus merevitalisasi kebun. “Kita belum ada aliran informasi resmi tentang produksi dan pasokan,” kata Michael Kusuma, Hubungan Investor PT Sampoerna Agro Tbk. Sampoerna Agro dipatok untuk menghasilkan produksi tepung sagu sebesar 100 ton per hari. Sayangnya, Michael enggan memerinci berapa besar pasokan sagu yang dibutuhkan. Michael menjelaskan, usia tanaman sagu yang bisa berproduksi harus menunggu delapan hingga sepuluh tahun. “Kita juga belum mencatat usia tanaman sisanya. Kapan terakhir ditanam, jadi kita belum tahu,” katanya.Sampoerna Agro memiliki kebun seluas 21.620 hektare; dengan lahan yang dicuil untuk penanaman sagu seluas 12.000 hektare. Sisanya, seluas 9.620 hektare, digunakan untuk pabrik dan konservasi. Pabrik pengolahan ditargetkan berdiri pada kuartal keempat 2011. Pada awal produksi, besarnya tidak akan menembus 100 ton per hari. Untuk membangun pabrik tersebut Sampoerna Agro menghabiskan US$ 7-8 juta.Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News