KONTAN.CO.ID - JAKARTA, 31 JULI 2026 PT HM Sampoerna Tbk. (Sampoerna/BEI: HMSP) berhasil mempertahankan posisinya sebagai pemimpin industri hasil tembakau Indonesia pada Semester I 2026 di tengah kondisi pasar yang semakin menantang. Perseroan membukukan penjualan bersih sebesar Rp 56,5 triliun, laba bersih sebesar Rp 4,2 triliun, serta pangsa pasar sebesar 29,6%. Namun demikian, volume penjualan Perseroan menurun 1,3% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Penurunan tersebut disebabkan oleh berlanjutnya pergeseran konsumsi ke produk dengan harga yang lebih rendah (downtrading), serta masih adanya peredaran rokok ilegal. Dampak terbesar terjadi di segmen Sigaret Kretek Tangan (SKT) dengan penurunan penjualan sebesar 13% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Segmen SKT memiliki arti strategis bagi perekonomian nasional karena karakteristiknya yang padat karya serta keterkaitannya dengan aktivitas ekonomi di berbagai daerah. Segmen ini menciptakan puluhan ribu lapangan kerja yang mayoritas adalah perempuan yang menjadi tulang punggung keluarga.
Sampoerna Jaga Kepemimpinan Pasar Semester I 2026 Meski Segmen Padat Karya SKT Turun
KONTAN.CO.ID - JAKARTA, 31 JULI 2026 PT HM Sampoerna Tbk. (Sampoerna/BEI: HMSP) berhasil mempertahankan posisinya sebagai pemimpin industri hasil tembakau Indonesia pada Semester I 2026 di tengah kondisi pasar yang semakin menantang. Perseroan membukukan penjualan bersih sebesar Rp 56,5 triliun, laba bersih sebesar Rp 4,2 triliun, serta pangsa pasar sebesar 29,6%. Namun demikian, volume penjualan Perseroan menurun 1,3% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Penurunan tersebut disebabkan oleh berlanjutnya pergeseran konsumsi ke produk dengan harga yang lebih rendah (downtrading), serta masih adanya peredaran rokok ilegal. Dampak terbesar terjadi di segmen Sigaret Kretek Tangan (SKT) dengan penurunan penjualan sebesar 13% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Segmen SKT memiliki arti strategis bagi perekonomian nasional karena karakteristiknya yang padat karya serta keterkaitannya dengan aktivitas ekonomi di berbagai daerah. Segmen ini menciptakan puluhan ribu lapangan kerja yang mayoritas adalah perempuan yang menjadi tulang punggung keluarga.