Sampoerna Karya Bagsa Dorong Penguatan Vokasi untuk Tingkatkan Kualitas SDM



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Ketenagakerjaan menegaskan peningkatan kompetensi tenaga kerja menjadi salah satu agenda Presiden Prabowo Subianto. Tenaga kerja yang kompeten menjadi kunci untuk berdaya saing sehingga upskilling dan reskilling melalui vokasi memainkan peran penting.

Pada acara Sinergi Pilar Bangsa: Praktik Baik Hubungan Industrial Pancasila, Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli mengatakan bahwa peningkatan kompetensi menjadi program prioritas Presiden Prabowo. Untuk itu, Kementerian Ketenagakerjaan memiliki dua agenda besar yakni upskilling dan reskilling sebagai bagian dari upaya meningkatkan kompetensi tenaga kerja Indonesia.

Pengembangan kompetensi itu ada lewat pelatihan vokasi nasional dan pemagangan nasional. "Selain itu, kita masih punya pekerjaan rumah bagaimana membangun hubungan industrial. "Ada praktik, contoh yang kita lihat di PT HM Sampoerna, dari harmonis menuju hubungan industrial yang transformatif," kata dia dalam keterangan tertulis, Jumat (3/7).


Kegiatan Sinergi Pilar Bangsa menjadi ruang pembelajaran bersama untuk memperkuat implementasi nilai-nilai Pancasila dalam hubungan industrial, sekaligus mendorong peningkatan kompetensi tenaga kerja melalui program upskilling dan reskilling bagi pencari kerja.

Baca Juga: Givaudan Investasi Rp 1,1 Triliun di Cikarang, Siap Serap Hingga 400 Tenaga Kerja

Yassierli menegaskan, peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) harus berjalan seiring dengan penguatan hubungan industrial agar mampu menciptakan dunia usaha yang tangguh menghadapi berbagai tantangan ekonomi.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Sampoerna, Rianto mengatakan bahwa nilai-nilai Pancasila seperti keadilan, kemanusiaan, persatuan, dan musyawarah menjadi landasan dalam membangun hubungan kerja yang sehat dan membentuk hubungan industrial yang berkelanjutan.

Nilai-nilai Pancasila itu selaras dengan Falsafah Tiga Tangan Sampoerna yang menekankan keseimbangan kerja sama dan kontribusi antara tiga pihak yakni konsumen dewasa, karyawan, dan mitra usaha serta masyarakat untuk bisnis yang berkelanjutan.

Untuk ikut berkontribusi pada peningkatan SDM khususnya upskilling dan reskilling, jelas Rianto, Sampoerna menghadirkan inisiatif Sampoerna Karya Bangsa  (SKB) pada 2025. SKB adalah sebuah ekosistem kolaboratif yang mendukung kewirausahaan, vokasi, pelatihan, dan pengembangan keterampilan kerja.

Rianto berharap bersamaan dengan ulang tahun ke-113 Sampoerna, SKB nantinya dapat memberikan manfaat yang lebih inklusif dan memperkuat daya saing tenaga kerja yang selaras dengan semangat Pancasila. "Kami percaya bahwa kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan pekerja merupakan kunci dalam memperkuat hubungan industrial nasional," imbuhnya.

Adapun, SKB hadir untuk mencetak SDM unggul melalui tiga pilar utama yakni pengembangan kewirausahaan, program pemberdayaan (persiapan pra-pensiun dan transisi karir), dan pelatihan vokasi guna mendukung visi Indonesia Emas 2045.

Baca Juga: PMI Manufaktur Turun ke 46,9, Industri Mebel Berupaya Pertahankan Tenaga Kerja

SKB melengkapi inisiatif dua strategis Sampoerna yang juga fokus pada pengembangan SDM yakni SETC (Sampoerna Entrepreneurship Training Center) dan Sampoerna Retail Community (SRC).

Di bawah payung program keberlanjutan “Sampoerna untuk Indonesia”, Sampoerna Karya Bangsa (SKB) hadir untuk memperluas dampak dari berbagai inisiatif pengembangan sumber daya manusia yang telah dijalankan Sampoerna.

SKB melanjutkan dan memperkuat kontribusi Sampoerna Entrepreneurship Training Center (SETC), yang telah memberikan pelatihan kepada lebih dari 108.000 peserta, serta Sampoerna Retail Community (SRC), yang memberdayakan lebih dari 250.000 pelaku UMKM toko kelontong di Indonesia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News