Samsung Didenda Rp272 Miliar Akibat Performa Gaming Tidak Sesuai Klaim



KONTAN.CO.ID - Samsung harus membayar denda sekitar 20,1 miliar won atau Rp272,2 miliar karena klaim mereka soal performa gaming perangkat Galaxy tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya.

Kasus ini berkaitan dengan klaim Samsung yang menyebut sejumlah perangkat Galaxy mampu memberikan pengalaman gaming terbaik.


Di sisi lain perangkat tersebut menggunakan fitur yang dapat membatasi performanya ketika menjalankan game berat.

Regulator Korea Selatan, Korea Fair Trade Commission (KFTC), akhirnya menjatuhkan denda besar kepada raksasa teknologi tersebut.

Baca Juga: Samsung Kalahkan Apple di Pasar Smartphone, iPhone Gagal Mendominasi

Klaim Pengalaman Gaming Terbaik

Kasus ini melibatkan beberapa perangkat flagship Samsung, yakni Galaxy S22 series, Galaxy S21 series, dan Galaxy Tab S8 series.

Menurut KFTC, Samsung melakukan praktik pemasaran yang dianggap menyesatkan ketika memasarkan perangkat-perangkat tersebut.

Mengutip Gizmochina, Samsung sebelumnya mengklaim perangkatnya mampu menghadirkan "ultimate mobile gaming experience" atau pengalaman mobile gaming terbaik.

Namun, menurut regulator, klaim tersebut tidak sepenuhnya mencerminkan kondisi perangkat ketika digunakan untuk bermain game dengan beban berat.

Penyebabnya adalah kehadiran fitur Game Optimization Service (GOS).

Fitur tersebut secara otomatis dapat membatasi performa CPU dan GPU ketika perangkat menjalankan game yang membutuhkan kinerja tinggi.

Akibat pembatasan tersebut, performa perangkat saat bermain game tidak selalu berada pada tingkat maksimal seperti yang mungkin diharapkan konsumen dari klaim pemasaran Samsung.

Baca Juga: Samsung Kalahkan Apple di Pasar Smartphone, iPhone Gagal Mendominasi

Samsung Membantah Konsumen Dirugikan

Menurut Seoul Economic Daily, Samsung menekankan bahwa "tidak ada pengadilan yang menemukan bahwa konsumen mengalami kerugian akibat iklan tersebut."

Samsung juga berargumen bahwa GOS merupakan fitur keselamatan yang dirancang untuk memastikan pengalaman bermain game tetap stabil selama sesi bermain dalam waktu lama.

Samsung memandang pembatasan performa tersebut sebagai bagian dari mekanisme untuk menjaga kestabilan perangkat, bukan upaya untuk menipu konsumen mengenai kemampuan produknya.

Mereka juga disebut akan mengambil langkah hukum untuk mempertahankan posisinya.

Baca Juga: Penjualan iPhone 18 Pro Ungguli iPhone 17 Pro, Pasar China Jadi Kunci