Samsung Janji Gelontorkan 1.000 Triliun Won untuk Dorong Bisnis Semikonduktor



KONTAN.CO.ID - SEOUL. Samsung Group akan berjanji menginvestasikan 1.000 triliun won, sekitar Rp 11.641 triliun, di Korea Selatan selama dekade berikutnya. Ini salah satu bagian dari upaya Korsel mengubah booming chip berbasis akal imitasi (AI) global menjadi mesin pertumbuhan nasional.

Para eksekutif puncak dari Samsung Electronics dan SK Hynix, perusahaan yang telah menuai keuntungan besar karena perkembangan AI terus-menerus mendorong permintaan cip, akan menghadiri pertemuan dengan Presiden Lee Jae Myung.

Kedua perusahaan teknologi raksasa Korsel tersebut akan memaparkan rencana investasi yang menargetkan wilayah di luar Seoul, sebagaimana diberitakan surat kabar Maeil Business, Jumat (26/6/2026).


Baca Juga: Saudi Aramco Kembali Isi Kapal Tanker dengan Minyak, Siap Ekspor Besar-Besaran

Investasi Samsung akan mencakup belanja untuk pusat data AI, baterai, dan layar. Samsung juga menjajaki belanja 300 triliun won untuk membangun pabrik cip di wilayah barat daya negara tersebut.

Inisiatif ini menegaskan upaya Korea Selatan mengubah lonjakan permintaan cip berbasis AI menjadi pendorong ekonomi di luar Seoul. Tapi, keterbatasan infrastruktur dan kekurangan tenaga kerja mengancam mempersulit upaya untuk mengubah peta industri negara tersebut.

Konsentrasi fasilitas produksi pembuat cip di daerah sekitar Seoul telah lama menimbulkan tekanan politik. Presiden Lee juga mendorong pembangunan regional yang seimbang.

Baca Juga: Volkswagen Berencana Pangkas 100.000 Pekerjaan dan Kurangi Investasi 15%

Kantor kepresidenan mengatakan akan meluncurkan tiga proyek besar pada Senin (29/6/2026), untuk mendorong lompatan nasional ke depan.

Penasihat Kebijakan Pemerintah Korsel Kim Yong-beom menambahkan, rencana yang mencakup semikonduktor, pusat data AI, dan robotika, akan diuraikan bersama oleh pemerintah dan industri, dengan investasi signifikan yang diharapkan.

Kim mengatakan bahwa SK Hynix dan Samsung mungkin perlu mempercepat proyek yang direncanakan untuk tahun 2040-an menjadi pertengahan 2030-an, karena permintaan memori yang didorong oleh AI tumbuh lebih cepat dari yang diperkirakan.

Baca Juga: Honda Catat Rugi Pertama dalam 70 Tahun, CEO Tetap Dapat Dukungan Investor

Ini bisa mengakibatkan ketiadaan ruang, daya, atau air di wilayah ibu kota untuk ekspansi. Kim menuturkan, konsentrasi lebih lanjut kapasitas manufaktur di sekitar Seoul berisiko meningkatkan harga properti dan memperlebar kesenjangan.

Namun, beberapa ahli mempertanyakan kebijaksanaan memulai pusat produksi cip di barat daya. Alasannya, mendapatkan pekerja terampil akan sangat sulit di barat daya. "Itu akan menentukan apakah proyek tersebut berhasil atau gagal," kata Kim Tae-yun, seorang profesor administrasi di Universitas Hanyang.

Anggota parlemen oposisi juga mengatakan rencana tersebut lebih didorong faktor politik, dan menuduh pemerintah menekan perusahaan untuk berinvestasi di benteng partai yang berkuasa di barat daya, menjelang kontes kepemimpinan partai.

Baca Juga: Korea Selatan Siapkan 500.000 Prajurit Drone, Perkuat Pertahanan Hadapi Korea Utara

Korea Selatan telah menjadi pemain sentral dan penerima manfaat dari gelombang AI global karena mendominasi manufaktur global cip memori kelas atas, yang merupakan komponen penting dalam pusat data AI.

Karena itu, politik regional seputar investasi semikonduktor menjadi isu panas menjelang pemilihan lokal Korea Selatan pada 3 Juni. Perdebatan tentang ke mana gelombang pendanaan berikutnya harus diarahkan semakin intensif, karena pemerintah Lee menjadikan AI sebagai prioritas kebijakan ekonomi utama.

Peringkat dukungan terhadap Lee telah turun menjadi 51%, terendah sejak pelantikannya pada Juni tahun lalu, kata Gallup Korea pada Jumat (26/6/2026).