KONTAN.CO.ID - Samsung Electronics mengumumkan telah mulai mengirimkan chip memori
high-bandwidth memory (HBM) generasi terbaru, HBM4, kepada sejumlah pelanggan yang tidak disebutkan namanya. Melansir
Reuters, Kamis (12/2/2026), langkah ini menjadi bagian dari upaya raksasa teknologi Korea Selatan itu untuk mengejar ketertinggalan dari para pesaing dalam memasok kebutuhan Nvidia di tengah lonjakan permintaan kecerdasan buatan (AI).
Baca Juga: Britney Spears Jual Hak Katalog Musiknya, Ikuti Jejak Artis Dunia Lain Demam pembangunan pusat data AI global telah mendorong permintaan terhadap HBM, jenis
dynamic random-access memory (DRAM) yang dirancang untuk memproses volume data dalam jumlah sangat besar yang dihasilkan oleh aplikasi AI yang kompleks. Sebagai produsen chip memori terbesar di dunia, Samsung sebelumnya dinilai lambat merespons pasar chip AI canggih, tertinggal dari para pesaingnya dalam memasok chip HBM generasi sebelumnya. Dalam pernyataannya, Samsung menyebut HBM4 mampu menghadirkan kecepatan pemrosesan stabil sebesar 11,7 gigabit per detik (Gbps), atau meningkat 22% dibanding pendahulunya, HBM3E. Chip terbaru ini bahkan dapat mencapai kecepatan maksimum hingga 13 Gbps, yang diklaim membantu mengurangi kemacetan data (data bottleneck) yang semakin meningkat. Samsung juga mengungkapkan rencana untuk mengirimkan sampel HBM4E, generasi lanjutan dari HBM4, pada paruh kedua tahun ini. Sentimen positif tersebut mendorong saham Samsung melonjak 6,4% pada perdagangan Kamis.
Baca Juga: Ini Prediksi Pergerakan Harga Perak hingga Akhir Februari 2026 Persaingan Kian Ketat Kompetisi di pasar HBM generasi terbaru pun semakin sengit. SK Hynix pada Januari lalu menyatakan menargetkan untuk mempertahankan pangsa pasar “yang sangat dominan” pada HBM4, yang telah memasuki tahap produksi massal, di tengah meningkatnya persaingan dari Samsung. SK Hynix juga menyebutkan pihaknya menargetkan tingkat yield produksi HBM4 setara dengan HBM3E saat ini.
Sementara itu, Chief Financial Officer (CFO) Micron juga mengatakan perusahaannya telah memasuki produksi massal HBM4 dan mulai mengirimkan chip tersebut ke pelanggan. Dengan tiga pemain utama Samsung, SK Hynix, dan Micron sama-sama menggenjot produksi HBM4, persaingan untuk menjadi pemasok utama chip AI, terutama bagi Nvidia, diperkirakan akan semakin memanas tahun ini.