Samsung Siapkan Buyback 90 Triliun Won, Usai Sepakati Bonus Saham Karyawan'



KONTAN.CO.ID - Samsung Electronics dikabarkan tengah menyiapkan program pembelian kembali saham (buyback) senilai 90 triliun won atau sekitar US$58,6 miliar setelah perusahaan mencapai kesepakatan pemberian bonus saham kepada karyawan menyusul perundingan upah terbaru.

Laporan kantor berita Yonhap News Agency pada Rabu (24/6/2026) menyebutkan produsen chip memori tersebut akan segera mengumumkan rincian program buyback tersebut, mengutip sumber industri yang tidak disebutkan namanya.

Baca Juga: Prospek Pasokan Global Membaik, Harga Minyak Dunia Dekati Level Terendah Empat Bulan


Kesepakatan antara manajemen dan serikat pekerja yang dicapai bulan lalu menetapkan bahwa Samsung akan mengalokasikan sekitar 10,5% laba operasional divisi chip untuk bonus khusus dalam bentuk saham.

Kebijakan ini sempat memunculkan kekhawatiran mengenai potensi ketimpangan di internal perusahaan karena besarnya kompensasi yang diberikan kepada karyawan divisi semikonduktor.

Menurut estimasi Yonhap, Samsung perlu mengeluarkan sekitar 154 triliun won untuk program bonus saham tersebut, termasuk beban pajak sekitar 40%.

Skema distribusi saham juga diatur bertahap. Karyawan dapat langsung menjual sepertiga saham treasury yang diterima sebagai bonus.

Sepertiga berikutnya baru dapat dijual setelah satu tahun, sedangkan sisanya dapat dilepas setahun kemudian.

Baca Juga: Emas Spot Sentuh Level Terendah Sejak 11 Juni Rabu (24/6), Dolar AS Jadi Penekan

Upaya menopang harga saham

Rencana buyback jumbo ini dipandang sebagai langkah perusahaan untuk menopang harga saham sekaligus mengelola dampak dilusi dari distribusi bonus saham kepada karyawan.

Program tersebut juga mencerminkan besarnya arus kas yang dimiliki Samsung di tengah tingginya permintaan chip memori untuk kebutuhan artificial intelligence (AI).

Jika terealisasi, nilai buyback 90 triliun won akan menjadi salah satu program pembelian kembali saham terbesar yang pernah dilakukan perusahaan teknologi di Asia.

Baca Juga: Inflasi Sektor Jasa Jepang Bertahan 3,3%, Sinyal BoJ Bakal Naikkan Suku Bunga Lagi

Sentimen bagi investor

Bagi investor, buyback umumnya dipandang positif karena dapat mengurangi jumlah saham beredar dan meningkatkan laba per saham (earnings per share/EPS).

Namun, pasar juga akan mencermati bagaimana Samsung membiayai program tersebut serta dampaknya terhadap investasi jangka panjang di bisnis semikonduktor.

Sampai saat ini, Samsung belum memberikan pernyataan resmi terkait laporan Yonhap tersebut.