KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Samudera Indonesia Tbk (SMDR) menatap tahun 2026 dengan optimisme tinggi seiring penguatan kapasitas operasional, baik dari sisi armada maupun infrastruktur pendukung. Perseroan menilai prospek industri pelayaran dan logistik global masih terbuka, di tengah dinamika perdagangan dunia dan risiko geopolitik yang terus berkembang. Direktur Utama Samudera Indonesia, Bani Mulia, menyampaikan bahwa kinerja perdagangan global sepanjang 2025 terbukti lebih resilien dari perkiraan awal. Kekhawatiran pasar terhadap dampak rencana perang dagang Amerika Serikat tidak sepenuhnya terwujud, karena arus perdagangan dunia tetap tumbuh.
“Sebelum memasuki tahun 2025, kekhawatiran sangat besar karena kabar mengenai rencana perang dagang AS. Namun setelah dijalani, hasil 2025 ternyata lebih baik dari perkiraan,” ujar Bani kepada Kontan belum lama ini. Menurutnya, penurunan ekspor China ke Amerika Serikat berhasil diimbangi oleh peningkatan ekspor ke negara-negara Asia lainnya serta Eropa. Kondisi ini membuat volume perdagangan global relatif terjaga sepanjang 2025.
Baca Juga: Hadapi 2026, Samudera Indonesia (SMDR) Ekspansi Armada dan Rute Pelayaran Memasuki 2026, manajemen SMDR melihat peluang pertumbuhan yang lebih besar. Ancaman perang dagang dari AS dinilai tidak efektif untuk memberikan keuntungan ekonomi jangka panjang, sehingga arah kebijakan ke depan berpotensi berubah dan mendorong kembali pertumbuhan volume perdagangan. “Kami melihat optimisme yang lebih tinggi dibandingkan tahun lalu. Potensi perubahan kebijakan dapat mendorong kembali pertumbuhan volume,” kata Bani. Di tengah prospek tersebut, Samudera Indonesia tetap mencermati risiko geopolitik global, termasuk ketegangan di Timur Tengah dan potensi konflik di kawasan lain. Namun, perseroan menilai risiko tersebut tidak selalu berdampak negatif terhadap industri pelayaran, mengingat perubahan rute dan dinamika supply-demand justru dapat menciptakan peluang. “Risiko geopolitik masih tinggi, tetapi dampaknya belum tentu negatif bagi industri pelayaran. Jadi intinya kami optimis dengan 2026,” tegasnya.
Baca Juga: Samudera Indonesia (SMDR) Bikin Entitas di Jepang, Pacu Ekspansi Offshore Dari sisi ekspansi, SMDR memastikan akan tetap menambah kapasitas armada dan membangun kapal baru. Saat ini, perseroan tengah dalam proses pemesanan beberapa kapal baru sebagai bagian dari strategi pertumbuhan jangka menengah. Evaluasi rute pelayaran juga dilakukan secara rutin dan dinamis, menyesuaikan dengan perkembangan pasar dari bulan ke bulan. Selain armada, penguatan infrastruktur logistik menjadi fokus SMDR. Pelabuhan Patimban, yang menjadi salah satu simpul strategis dalam jaringan logistik nasional, telah menerima satu unit Harbor Mobile Crane (HMC) pada akhir 2025 dan dijadwalkan menerima tambahan satu unit lagi pada kuartal I 2026. Dengan tambahan dua alat bongkar muat tersebut, kapasitas dan intensitas kegiatan operasional pelabuhan diproyeksikan meningkat signifikan. Pengembangan kapasitas pelabuhan serta galangan kapal juga akan terus dikejar sepanjang 2026, sejalan dengan strategi SMDR untuk memperkuat integrasi layanan logistik end-to-end.
Baca Juga: Samudera Indonesia Tambah Armada Baru, Perkuat Ekspansi dan Akses ke Pasar Eropa Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News