JAKARTA. Pemerintah menyisakan penerbitan Surat Berharga Negara (SBN) berdenominasi valuta asing (valas) baru, yaitu Samurai Bond. Obligasi berdenominasi yen Jepang tersebut rencananya akan diterbitkan paling lambat September 2015. Dirjen Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan, Robert Pakpahan mengatakan, saat ini penghitungan pajak Samurai Bond dengan pemerintah Jepang sudah selesai. Sebab itu saat ini pemerintah tinggal selangkah lagi menerbitkan Samurai Bond, yakni melihat kondisi pasar global. Diperkirakan, penawaran Samurai Bond dilakukan kuartal III. Meskipun harga saham di Jepang dan China sedang turun, pemerintah menilai masih kondusif. "Kami harapkan dieksekusi sebelum triwulan III berakhir," ujar Robert, akhir pekan lalu.
Samurai Bond siap dirilis September 2015
JAKARTA. Pemerintah menyisakan penerbitan Surat Berharga Negara (SBN) berdenominasi valuta asing (valas) baru, yaitu Samurai Bond. Obligasi berdenominasi yen Jepang tersebut rencananya akan diterbitkan paling lambat September 2015. Dirjen Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan, Robert Pakpahan mengatakan, saat ini penghitungan pajak Samurai Bond dengan pemerintah Jepang sudah selesai. Sebab itu saat ini pemerintah tinggal selangkah lagi menerbitkan Samurai Bond, yakni melihat kondisi pasar global. Diperkirakan, penawaran Samurai Bond dilakukan kuartal III. Meskipun harga saham di Jepang dan China sedang turun, pemerintah menilai masih kondusif. "Kami harapkan dieksekusi sebelum triwulan III berakhir," ujar Robert, akhir pekan lalu.