JAKARTA. Harga beras diprediksikan terus fluktuatif hingga akhir tahun ini. Pasalnya, produksi padi tahun ini terancam tak terpenuhi akibat musim tanam padi yang berpotensi mundur. Setumpuk pekerjaan rumah dari pemerintah masih belum tuntas dilaksanakan untuk menyambut musim tanam tahun ini. Pertama, soal benih padi yang saat ini belum sampai ke tangan petani. Pemerintah telah menunjuk PT Sang Hyang Seri (SHS) dan PT Pertani untuk menyalurkan benih padi subsidi tanpa tender. Namun, dua perusahaan pelat merah ini belum juga menjalankan mandat pemerintah tersebut. Kedua, masalah pupuk yang langka di sekitar petani. Alhasil, muncul pupuk oplosan di pasaran. Ketiga, alat dan mesin pertanian belum terdistribusi seluruhnya ke sentra pertanian. Pemerintah menargetkan pemberian traktor sebanyak 60.000 unit, tapi baru terealisasi 30.000 unit.
Sang Hyang Seri dan Pertani lambat bergerak
JAKARTA. Harga beras diprediksikan terus fluktuatif hingga akhir tahun ini. Pasalnya, produksi padi tahun ini terancam tak terpenuhi akibat musim tanam padi yang berpotensi mundur. Setumpuk pekerjaan rumah dari pemerintah masih belum tuntas dilaksanakan untuk menyambut musim tanam tahun ini. Pertama, soal benih padi yang saat ini belum sampai ke tangan petani. Pemerintah telah menunjuk PT Sang Hyang Seri (SHS) dan PT Pertani untuk menyalurkan benih padi subsidi tanpa tender. Namun, dua perusahaan pelat merah ini belum juga menjalankan mandat pemerintah tersebut. Kedua, masalah pupuk yang langka di sekitar petani. Alhasil, muncul pupuk oplosan di pasaran. Ketiga, alat dan mesin pertanian belum terdistribusi seluruhnya ke sentra pertanian. Pemerintah menargetkan pemberian traktor sebanyak 60.000 unit, tapi baru terealisasi 30.000 unit.