Sang Hyang Seri turunkan produksi benih



JAKARTA. Produsen bibit pelat merah PT Sang Hyang Seri (Persero) akan menurunkan produksi bibit non hibrida mulai tahun ini. Langkah itu dilakukan seiring dengan sulitnya mendapatkan pembeli yang notabene dari kalangan pemerintah.

Eddy Budiono, Direktur Utama SHS mengungkapkan, 70% pasar bibit non hibrida itu dibeli pemerintah untuk program pertanian. Namun, belakangan ini proses pembelian bibit oleh pemerintah kian rumit dan menyulitkan mereka.

Menurut Eddy, produksi benih padi non hibrida tahun ini hanya mencapai 115.200 ton, turun 13,09% dari realisasi produksi 2011 sebanyak 132.565 ton. Produksi benih jagung komposit juga turun 39,81% menjadi hanya 2.890 ton, dari realisasi tahun lalu sebesar 4.802 ton.


Produksi benih kedelai non hibrida juga akan turun 16,11% menjadi 18.600 ton dari realisasi produksi tahun lalu sebesar 22.173 ton. Penjualan sarana produksi pertanian juga turun drastis 68,73% dari Rp 495,77 miliar menjadi Rp 155,01 miliar.

"Sarana produksi pertanian sebagian besar berupa bantuan langsung pupuk, maka itu kami turunkan karena kita mau mengurangi ketergantungan terhadap program pemerintah," kata Eddy ketika ditemui usai rapat dengan Komsi IV DPR di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (16/2).

Penjualan hasil pertanian juga diperkirakan hanya mencapai Rp 53,5 miliar atau turun 91,06% dari penjualan 2011 Rp 599,09 miliar. Namun begitu, Eddy berharap target itu bisa terlampaui karena, perusahaan ikut dalam Gerakan Peningkatan Produksi Pangan berbasis Korporasi (GP3K) .

Genjot produksi benih hibrida

Eddy menjelaskan, meskipun produksi non hibrida diturunkan, disisi lain mereka menaikkan produksi bibit hibrida. Apalagi dari sisi binis, harga benih bibit hibrida jauh lebih menawan daripada benih non hibrida.

Produksi benih padi hibrida tahun ini ditarget naik 29,21% dari 5.309 ton menjadi 6.860 ton tahun ini. Sementara produksi jagung hibrida ditargetkan naik 26,71% dari 10.417 ton pada 2011 menjadi 13.200 ton tahun ini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Asnil Amri