JAKARTA. PT Sang Hyang Sri (SHS) menurunkan secara drastis target produksi benih tahun ini. Semula, perusahaan benih plat merah ini mematok target produksi benih jagung, padi, kedelai dan hortikultura sekitar 200.000 ton untuk tahun ini. Namun, SHS merevisi targetnya menjadi hanya 89.610 ton saja atau hanya 44,8% dari target semula. Upik Rosalina Wasrin, Direktur Utama SHS, mengatakan, penurunan target produksi ini karena SHS ingin mengubah komposisi pasar benih. Selama ini, produksi benih milik SHS kebanyakan untuk public service obligation (PSO) seperti bantuan langsung benih unggul (BLBU) dan cadangan benih nasional (CBN) ketimbang pasar komersial. SHS berencana memperbesar pasar komersialnya. "Empat tahun terakhir, hampir 80% ditujukan kepada kegiatan PSO," kata Upik kepada KONTAN, Selasa (27/8).
Sang Hyang Sri revisi target produksi benih
JAKARTA. PT Sang Hyang Sri (SHS) menurunkan secara drastis target produksi benih tahun ini. Semula, perusahaan benih plat merah ini mematok target produksi benih jagung, padi, kedelai dan hortikultura sekitar 200.000 ton untuk tahun ini. Namun, SHS merevisi targetnya menjadi hanya 89.610 ton saja atau hanya 44,8% dari target semula. Upik Rosalina Wasrin, Direktur Utama SHS, mengatakan, penurunan target produksi ini karena SHS ingin mengubah komposisi pasar benih. Selama ini, produksi benih milik SHS kebanyakan untuk public service obligation (PSO) seperti bantuan langsung benih unggul (BLBU) dan cadangan benih nasional (CBN) ketimbang pasar komersial. SHS berencana memperbesar pasar komersialnya. "Empat tahun terakhir, hampir 80% ditujukan kepada kegiatan PSO," kata Upik kepada KONTAN, Selasa (27/8).