JAKARTA. Perusahaan farmasi asal Prancis, Sanofi Group, menargetkan pertumbuhan penjualan 5%-10% pada 2015 di pasar farmasi Indonesia. Perusahaan itu melaju melalui dua perusahaan terafiliasi yakni PT Sanofi–Aventis Indonesa dan PT Aventis Pharma. Presiden Direktur Sanofi Eric Ng menyatakan, target itu selaras dengan pertumbuhan industri farmasi. "Adanya Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan bisa mendorong industri farmasi lantaran jumlah pasien yang mendapat obat bertambah banyak," ujar Eric kepada KONTAN, Rabu (17/12). Estimasi pendapatan Sanofi Group tahun ini adalah € 70 juta. Jadi kalau target tak meleset, Sanofi Group membidik pendapatan € 73,5 juta–€ 77 juta pada 2015. Untuk mengejar target tersebut, Sanofi Group akan membikin produk baru. Salah satunya obat diabetes pada 2015 dan obat vaksin demam berdarah pada tahun 2016 mendatang. "Memang tidak bisa buru-buru karena harus melalui proses riset yang panjang," terang Eric.
Sanofi Group mengincar penjualan € 77 juta di 2015
JAKARTA. Perusahaan farmasi asal Prancis, Sanofi Group, menargetkan pertumbuhan penjualan 5%-10% pada 2015 di pasar farmasi Indonesia. Perusahaan itu melaju melalui dua perusahaan terafiliasi yakni PT Sanofi–Aventis Indonesa dan PT Aventis Pharma. Presiden Direktur Sanofi Eric Ng menyatakan, target itu selaras dengan pertumbuhan industri farmasi. "Adanya Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan bisa mendorong industri farmasi lantaran jumlah pasien yang mendapat obat bertambah banyak," ujar Eric kepada KONTAN, Rabu (17/12). Estimasi pendapatan Sanofi Group tahun ini adalah € 70 juta. Jadi kalau target tak meleset, Sanofi Group membidik pendapatan € 73,5 juta–€ 77 juta pada 2015. Untuk mengejar target tersebut, Sanofi Group akan membikin produk baru. Salah satunya obat diabetes pada 2015 dan obat vaksin demam berdarah pada tahun 2016 mendatang. "Memang tidak bisa buru-buru karena harus melalui proses riset yang panjang," terang Eric.