JAKARTA. Rupiah yang masih loyo rupanya tidak membuat pasar perkantoran ikut bergejolak. Soalnya, fluktuasi rupiah yang menyentuh Rp 12.000 per dollar AS sudah pernah dirasakan pebisnis ini beberapa tahun lalu. Apalagi sebagian besar tarif sewa gedung perkantoran, terutama di luar pusat bisnis, memakai mata uang Garuda. Seperti di kawasan Puri Indah, sebagian TB Simatupang, hingga pinggiran Jakarta seperti Tangerang atau Serpong. Beberapa pengembang seperti Alam Sutera malah belum berencana mengerek tarif sewa kantor termasuk harga jual kantor. Namun Intiland yang punya gedung perkantoran bertarif dollar AS masih mengkaji kemungkinan mengerek tarif harga jual maupun sewa.
Santapan info infrastruktur pagi ini
JAKARTA. Rupiah yang masih loyo rupanya tidak membuat pasar perkantoran ikut bergejolak. Soalnya, fluktuasi rupiah yang menyentuh Rp 12.000 per dollar AS sudah pernah dirasakan pebisnis ini beberapa tahun lalu. Apalagi sebagian besar tarif sewa gedung perkantoran, terutama di luar pusat bisnis, memakai mata uang Garuda. Seperti di kawasan Puri Indah, sebagian TB Simatupang, hingga pinggiran Jakarta seperti Tangerang atau Serpong. Beberapa pengembang seperti Alam Sutera malah belum berencana mengerek tarif sewa kantor termasuk harga jual kantor. Namun Intiland yang punya gedung perkantoran bertarif dollar AS masih mengkaji kemungkinan mengerek tarif harga jual maupun sewa.