Santori kapalkan 3.741 sapi, rekor terbanyak



DARWIN. PT Santori Agrindo (Santori), anak usaha PT Japfa Comfeed Tbk kembali mendatangkan sapi indukan dari Australia. Jika tak ada aral melintang, sebanyak 3.741 sapi indukan siap dikirimkan dari Darwin Harbour menuju Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, esok (21/12).

Ini merupakan pengapalan impor sapi terbesar yang dilakukan oleh satu perusahaan sepanjang 10 tahun terakhir. Santori merogoh kocek sekitar Rp 60,2 miliar untuk impor sapi-sapi tersebut.

Rencananya sapi-sapi indukan itu akan menggeruduk Surabaya tanggal 26 Desember 2016. "Sapi-sapi indukan ini akan diinseminasi buatan agar bunting dan selanjutnya akan dimitrakan dengan pola kemitraan dengan peternak di Jawa Timur," ujar Safuan K. Suwondo, Indonesia Country Head Santori.


Ini kali kedua perusahaan yang dirintis oleh keluarga Santoso, taipan asal Surabaya ini akan menggandeng kelompok tani dalam program kemitraan dengan peternak di Jawa Timur. Sebelumnya, Santori juga telah mengajak kelompok peternak di daerah Jawa Timur, khususnya di daerah Probolinggo untuk bermitra.

Sapi-sapi indukan ini terlebih dulu dibuntingkan sampai usai enam bulan untuk kemudian dijual ke kelompok tani dan akan dibeli kembali oleh anak perusahaan Japfa tersebut.

Impor sapi indukan tersebut tak pelak membuka kesempatan bagi Santori untuk impor sapi bakalan dalam jumlah besar di tahun depan. Pasalnya, sejak kuartal IV tahun ini, kebijakan impor sapi menjadi 1:5. Setiap impor lima sapi bakalan, satu diantaranya wajib impor satu sapi indukan.

Dengan begitu, Santori berkesempatan mengimpor lebih dari 15.000 sapi bakalan. Apalagi, dalam Peraturan Menteri Pertanian 49/2016 juga disebutkan bahwa kelompok tani atau koperasi tani memiliki peluang impor 1:10. Dengan menggandeng kelompok tani sebagai mitra, jatah impor sapi bakalan Santori berpotensi lebih banyak lagi.

Hanya Safuan bilang impor sapi indukan ini akan meningkatkan jumlah sapi indukan sekaligus sapi bakalan di Indonesia. Dengan asumsi tingkat keberhasilan pembuntingan dan kelahiran sebesar 75%, sedangkan jumlah sapi indukan Santori tahun 2016 sebanyak 5.400, maka pada pertengahan tahun 2018, sapi-sapi indukan Santori akan bertambah sekitar 2.025 dan jumlah yang sama untuk sapi bakalan. "Dengan begitu kebutuhan daging di Indonesia bisa terpenuhi, " ujar Safuan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Adi Wikanto