KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT SANY Heavy Industry Indonesia memperkuat pengembangan sumber daya manusia (SDM) dan teknologi industri alat berat di Indonesia melalui kerja sama dengan Institut Teknologi Bandung (ITB). Kolaborasi tersebut mencakup bidang pendidikan, penelitian, pengembangan teknologi, serta peningkatan kompetensi talenta untuk mendukung kebutuhan industri alat berat di Indonesia.
Baca Juga: Industri Alas Kaki Tertekan Ketidakpastian Permintaan Kerja sama ini dituangkan dalam Nota Kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) yang ditandatangani pada 24 Agustus 2026 di fasilitas PT SANY Industry Machinery, Kawasan Industri Mitra Karawang, Jawa Barat. Chairman of SANY Asia Pacific Zhang Song mengatakan, pengembangan talenta lokal menjadi bagian penting dari pertumbuhan bisnis SANY di Indonesia. Saat ini, sekitar 91% tenaga kerja SANY di Karawang merupakan tenaga kerja lokal. "Pengembangan talenta lokal merupakan bagian penting dari pertumbuhan SANY di Indonesia. Saat ini, sekitar 91% tenaga kerja SANY di Karawang merupakan tenaga kerja lokal," ujar Zhang dalam keterangannya, Senin (31/8/2026). Menurut Zhang, SANY ke depan ingin meningkatkan peran tenaga kerja lokal tidak hanya di fasilitas produksi, tetapi juga pada posisi profesional dan kepemimpinan di berbagai fungsi perusahaan.
Baca Juga: Peregrine Gandeng Sinar Primera Kembangkan Infrastruktur Cold Storage Kerja sama dengan ITB juga membuka peluang bagi mahasiswa, akademisi, dan peneliti untuk memperoleh pengalaman industri sekaligus memahami perkembangan teknologi yang dikembangkan SANY. Talenta ITB juga berpeluang berkolaborasi dengan pusat penelitian dan pengembangan atau
research and development (R&D) serta ekosistem SANY di China. "Indonesia merupakan salah satu negara penting dalam jaringan global SANY. Kami melihat Indonesia bukan hanya sebagai pasar strategis, tetapi juga sebagai bagian penting dari pengembangan bisnis, teknologi, dan investasi SANY ke depan," ungkapnya. SANY menilai penguatan hubungan antara industri dan perguruan tinggi semakin penting seiring dengan fokus perusahaan pada globalisasi, digitalisasi, dan dekarbonisasi. Selain pengembangan SDM, kerja sama dengan ITB mencakup penelitian bersama, pertukaran pengetahuan dan teknologi, serta pemanfaatan fasilitas penelitian. Deputy General Manager/Director Government Relations SANY Indonesia Saanjay Shamdasani mengatakan, kolaborasi tersebut diarahkan untuk memperluas kesempatan talenta Indonesia mendapatkan pengalaman dan kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan industri. "Kolaborasi dengan ITB diharapkan memperluas kesempatan talenta Indonesia untuk memperoleh pengalaman dan kompetensi yang relevan dengan kebutuhan industri, sekaligus membuka peluang mengisi posisi strategis di masa depan," ujarnya. Kerja sama tersebut juga dirancang lintas disiplin dengan memanfaatkan berbagai bidang keilmuan di ITB sesuai kebutuhan dan perkembangan industri.
Baca Juga: DSI Bakal Jadi Offtaker Ekspor, Ada Risiko Finansial hingga Rp 901,5 Triliun Kolaborasi Industri dan Kampus Dari sisi ITB, Wakil Rektor Bidang Riset dan Inovasi ITB Prof. Ir. Lavi Rizki Zuhal mengatakan, kolaborasi dengan SANY menjadi bagian dari upaya memperluas jejaring kerja sama antara perguruan tinggi dan industri. Menurut Lavi, ITB sebelumnya telah mengembangkan kerja sama dengan sejumlah mitra industri dan perguruan tinggi di China. Salah satunya melalui kerja sama Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan (FTTM) ITB dengan PT Green Eco-Manufacture (GEM) sejak 2023. Kerja sama tersebut kemudian berkembang dengan melibatkan Central South University (CSU), China, dan menghasilkan pembangunan joint laboratory di ITB Kampus Jatinangor.
Baca Juga: Telkom (TLKM) Perkuat Bisnis B2B ICT, Bidik Pasar Asia Pasifik "Keberhasilan tersebut kemudian mendapat perhatian sebagai salah satu model kolaborasi internasional antara perguruan tinggi Indonesia, perguruan tinggi Tiongkok, dan industri," kata Lavi. Dia berharap model kolaborasi tersebut dapat diperluas, termasuk melalui kerja sama dengan SANY. SANY sendiri telah mengembangkan kegiatan manufaktur di Indonesia sejak 2021 melalui fasilitas produksi di Kawasan Industri Karawang, Jawa Barat. Perusahaan juga mengembangkan Lighthouse Factory pertamanya di luar China pada 2020 dengan menerapkan digitalisasi, otomatisasi, dan industrial internet dalam proses produksi. Pada 2023, SANY memperluas fasilitas industrinya melalui pembangunan kawasan industri tahap II untuk meningkatkan kapasitas produksi sekaligus mendukung kebutuhan sektor konstruksi dan pertambangan nasional.
Baca Juga: Harga Ayam Hidup Naik, Apa Penyebabnya? Melalui kerja sama dengan ITB, SANY menargetkan hubungan antara industri, riset, dan pengembangan SDM dapat semakin terintegrasi. Kolaborasi tersebut mencakup program magang, work-integrated learning, peluang kerja bagi mahasiswa dan lulusan ITB, hingga peningkatan kompetensi. Dari sisi teknologi, kerja sama ini juga membuka ruang bagi pengembangan riset bersama serta transfer pengetahuan dan teknologi untuk mendukung pengembangan industri alat berat di Indonesia. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News