Saran Ekonom Soal MBG: Program Penting Ini, Tapi Wajib Efisiensi!



KONTAN.CO.ID - Pemerintah diminta tidak memperlebar defisit anggaran di tengah potensi tekanan fiskal akibat lonjakan harga minyak dunia. Ketimbang menambah defisit, pemerintah dinilai lebih tepat melakukan efisiensi pada sejumlah program strategis, termasuk program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Ekonom Senior INDEF, Didin S. Damanhuri, menilai disiplin fiskal harus tetap dijaga agar kepercayaan pasar keuangan serta lembaga pemeringkat internasional terhadap Indonesia tidak terganggu.

Menurut Didin, pemerintah sebaiknya mempertahankan batas defisit anggaran maksimal 3% dari produk domestik bruto (PDB). Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga stabilitas ekonomi di tengah meningkatnya ketidakpastian global, termasuk eskalasi konflik geopolitik yang berpotensi mendorong kenaikan harga energi.


“Alih-alih melonggarkan defisit melalui Perppu yang berisiko memperberat beban utang, pemerintah disarankan melakukan penajaman efisiensi pada program strategis seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan swasembada pangan dengan melibatkan UMKM dan koperasi desa,” ujar Didin, Minggu (15/3).

Baca Juga: Kapan Idul Fitri 2026? Cek Lebaran Versi Muhammadiyah, Pemerintah, BMKG, dan BRIN

Efisiensi Program MBG

Didin menilai program Makan Bergizi Gratis tetap penting untuk mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia. Namun, implementasinya perlu diperbaiki agar lebih tepat sasaran dan tidak membebani anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) secara berlebihan.

Ia menyarankan agar pelaksanaan program tersebut melibatkan lebih banyak pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta koperasi desa.

Selain meningkatkan efisiensi anggaran, langkah tersebut juga dinilai dapat memperkuat perekonomian lokal di berbagai daerah.

Didin menambahkan, penguatan tata kelola anggaran dan optimalisasi program pembangunan akan membantu pemerintah menjaga stabilitas fiskal sekaligus mempertahankan pertumbuhan ekonomi nasional di atas 5%.

Tonton: Menkeu Purbaya Buka Peluang Defisit APBN Tembus di Atas 3% dari PDB, Ini Syaratnya

Di sisi lain, strategi tersebut juga berpotensi mendorong pemerataan pendapatan antarwilayah serta memperkuat ketahanan ekonomi nasional di tengah dinamika global.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News