KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Dalam laporan World Economic Forum (WEF) terkait Global Competitiveness Index (GCI), peringkat daya saing Indonesia di level internasional naik 5 level dari 41 ke 36. Meski demikian, pemerintah harus tetap memperbaiki sejumlah hal, agar daya saing Indonesia tak kalah dengan Malaysia yang kini duduk di peringkat 23. Ketua Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia Benny Soetrisno mengatakan, Indonesia masih kalah dalam pelayanan publik oleh birokrasi, efisiensi keuangan dan keterampilan sumber daya manusia (SDM). Senada dengan Beni, Wakil Ketua Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Tutum Rahanta mengatakan, poin-poin penilaian dalam GCI belum dituntaskan oleh pemerintah. Menurutnya, meski pemerintah telah mengeluarkan banyak paket kebijakan ekonomi, tetapi hasil pembenahannya belum terlihat.
Saran pengusaha demi genjot daya saing
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Dalam laporan World Economic Forum (WEF) terkait Global Competitiveness Index (GCI), peringkat daya saing Indonesia di level internasional naik 5 level dari 41 ke 36. Meski demikian, pemerintah harus tetap memperbaiki sejumlah hal, agar daya saing Indonesia tak kalah dengan Malaysia yang kini duduk di peringkat 23. Ketua Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia Benny Soetrisno mengatakan, Indonesia masih kalah dalam pelayanan publik oleh birokrasi, efisiensi keuangan dan keterampilan sumber daya manusia (SDM). Senada dengan Beni, Wakil Ketua Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Tutum Rahanta mengatakan, poin-poin penilaian dalam GCI belum dituntaskan oleh pemerintah. Menurutnya, meski pemerintah telah mengeluarkan banyak paket kebijakan ekonomi, tetapi hasil pembenahannya belum terlihat.