LAMPUNG. PT Sarana Lampung Ventura (SLV), salah satu jaringan perusahaan modal ventura daerah (PMVD) PT Bahana Artha Ventura (BAV) terus mengembangan Usaha Mikro, kecil dan menengah (UMKM) di Lampung. Selama 6 tahun terakhir SLV telah membiayai sebanyak 1.442 unit perusahaan pasangan usaha (PPU), dengan posisi per 31 Agustus 2014 yaitu 529 PPU. Sedangkan akumilasi total pembiayaan PPU dalam 6 tahun terakhir sebanyak Rp 158,93 miliar. Prosentase tertinggi dari total pembiayaan diserap oleh sektor perdagangan, restoran dan hotel. Sedangkan posisi kedua terbanyak adalah sektor jasa sosial/masyarakat, dan ketiga adalah sektor pertanian, perikanan dan kehutanan. Untuk pengembangan bisnis, SLV juga sedang mengembangkan pembiayaan mikro ventura sejak tahun 2011 dengan pembiayaan mikro di bawah Rp 150 juta. Lampung menjadi fokus pemberdayaan SLV karena merupakan gerbang utama jalur distribusi dan ekonomi dari Pulau Jawa ke Pulau Sumatera. Perkembangan bisnis diberbagai sektor terutama jasa, transportasi dan perdagangan juga akan terus berkembang. Pertumbuhan ekonomi Lampung melalui UMKM memerlukan perhatian dari banyak pihak , salah satunya adalah dari program pembiayaan dan pendampingan usaha (modal ventura) khususnya bagi UMKM yang belum dapat fasilitas pembiayaan dari bank (non bankable).
Sarana Lampung butuh tambahan modal Rp 75 miliar
LAMPUNG. PT Sarana Lampung Ventura (SLV), salah satu jaringan perusahaan modal ventura daerah (PMVD) PT Bahana Artha Ventura (BAV) terus mengembangan Usaha Mikro, kecil dan menengah (UMKM) di Lampung. Selama 6 tahun terakhir SLV telah membiayai sebanyak 1.442 unit perusahaan pasangan usaha (PPU), dengan posisi per 31 Agustus 2014 yaitu 529 PPU. Sedangkan akumilasi total pembiayaan PPU dalam 6 tahun terakhir sebanyak Rp 158,93 miliar. Prosentase tertinggi dari total pembiayaan diserap oleh sektor perdagangan, restoran dan hotel. Sedangkan posisi kedua terbanyak adalah sektor jasa sosial/masyarakat, dan ketiga adalah sektor pertanian, perikanan dan kehutanan. Untuk pengembangan bisnis, SLV juga sedang mengembangkan pembiayaan mikro ventura sejak tahun 2011 dengan pembiayaan mikro di bawah Rp 150 juta. Lampung menjadi fokus pemberdayaan SLV karena merupakan gerbang utama jalur distribusi dan ekonomi dari Pulau Jawa ke Pulau Sumatera. Perkembangan bisnis diberbagai sektor terutama jasa, transportasi dan perdagangan juga akan terus berkembang. Pertumbuhan ekonomi Lampung melalui UMKM memerlukan perhatian dari banyak pihak , salah satunya adalah dari program pembiayaan dan pendampingan usaha (modal ventura) khususnya bagi UMKM yang belum dapat fasilitas pembiayaan dari bank (non bankable).