Sarana Menara Nusantara (TOWR) Menadah Berkah Dari Ekspansi FWA



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Emiten menara afiliasi Djarum, PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) berpotensi mengantongi berkah dari ekspansi Fixed Wireless Access (FWA) para pemenang lelang frekuensi 1,4 GHz. 

Direktur Sarana Menara Nusantara Indra Gunawan menjelaskan pihaknya sudah menerima sekitar 2.000–2.200 penambahan kolokasi untuk FWA dari PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) dan MyRepublic. 

“Dan yang menarik adalah karena mereka merupakan FWA dan single band, WIFI dan MyRepublic juga tidak menggunakan peralatan yang cukup besar,” jelasnya dalam konferensi pers virtual, Selasa (8/9/2026). 


Baca Juga: IPO Lesu, Pendapatan Underwriting Sekuritas Berpotensi Tertekan hingga Akhir 2026

Oleh karena itu, kata Indra, kebutuhan dari dua pelanggan tersebut relatif kecil dibandingkan para operator telekomunikasi sehingga TOWR tidak memerlukan penguatan menara. 

“Terlebih, yang digunakan oleh WIFI adalah ketinggian yang selama ini tidak digunakan oleh menara seluler. Itu yang menjadi keuntungan bagi kami,” tuturnya. Tim Riset JP Morgan Sekuritas menjelaskan kolokasi dari layanan FWA berpotensi meningkatkan meningkatkan rasio tenancy karena perangkat dapat dipasang pada menara yang sudah tersedia. 

Dalam catatan JP Morgan, PT Indosat Tbk (ISAT) dan PT XLSMART Sejahtera Telecom Tbk (EXCL) masing-masing menyiapkan belanja modal alias capital expenditure (capex) 5G sebesar Rp 10 triliun dan Rp 5 triliun untuk 2026. 

“Kami memperkirakan pendapatan penyewaan menara tumbuh 3%–4% dalam dua tahun ke depan. Modernisasi jaringan juga dapat mendukung pertumbuhan bisnis terkait lainnya seperti FTTT,” tulisnya dalam riset. 

Lebih lanjut, JP Morgan mengerek proyeksi pendapatan TOWR untuk tahun buku 2026–2028 hingga 10%. Kenaikan tersebut didukung oleh konsolidasi kinerja BACH dan jumlah tenancy yang lebih tinggi. 

Baca Juga: Pasar ETF Emas Masih Tahap Awal, Prospek Pertumbuhannya Tetap Positif

“Prospek konsolidasi industri seharusnya menghasilkan monetisasi peluncuran 5G yang lebih baik dan dapat mendorong revisi positif terhadap estimasi laba serta re-rating multiple secara signifikan,” kata Tim Riset JP Morgan. 

Sejalan dengan itu, JP Morgan Sekuritas juga mengerek target harga TOWR dari yang sebelumnya Rp 500 menjadi Rp 520 per saham. Sementara itu, JP Mogran Sekuritas mempertahankan rekomendasi overweight untuk TOWR.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News