KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Emiten pengelola gerai Pizza Hut, PT Sarimelati Kencana Tbk (PZZA) menggambarkan jika kinerja kuartal III 2022 tidak terlalu memuaskan. Kurniadi Sulistyomo, Sekretaris Perusahaan PZZA mengungkapkan kinerja Perseroan menghadapi tantangan berupa kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM). "Dibandingkan dengan pelemahan Rupiah terhadap Dollar Amerika Serikat, kinerja PZZA lebih terdampak dari kenaikan harga BBM 30%. Ini sangat signifikan efeknya sebab membuat beban biaya dan biaya layanan, seperti logistik dari Jakarta, Jabodetabek hingga luar pulau, naik harganya," jelasnya kepada Kontan, Senin (7/11). Ia melanjutkan, PZZA juga dipastikan tidak menaikkan harga jual hingga akhir tahun walau menghadapi efek dari kenaikan harga BBM tersebut. Hal ini dikarenakan PZZA telah mengunci harga jual hingga akhir tahun 2022.
Sarimelati Kencana (PZZA) Tetap Lanjutkan Penambahan Gerai hingga Akhir Tahun
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Emiten pengelola gerai Pizza Hut, PT Sarimelati Kencana Tbk (PZZA) menggambarkan jika kinerja kuartal III 2022 tidak terlalu memuaskan. Kurniadi Sulistyomo, Sekretaris Perusahaan PZZA mengungkapkan kinerja Perseroan menghadapi tantangan berupa kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM). "Dibandingkan dengan pelemahan Rupiah terhadap Dollar Amerika Serikat, kinerja PZZA lebih terdampak dari kenaikan harga BBM 30%. Ini sangat signifikan efeknya sebab membuat beban biaya dan biaya layanan, seperti logistik dari Jakarta, Jabodetabek hingga luar pulau, naik harganya," jelasnya kepada Kontan, Senin (7/11). Ia melanjutkan, PZZA juga dipastikan tidak menaikkan harga jual hingga akhir tahun walau menghadapi efek dari kenaikan harga BBM tersebut. Hal ini dikarenakan PZZA telah mengunci harga jual hingga akhir tahun 2022.