KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menteri Perindustrian (Menperin) Sarmuji langsung menyoroti industri padat karya sebagai salah satu prioritas setelah resmi dilantik Presiden Prabowo Subianto, Kamis (1/10/2026). Sarmuji menilai industri yang mampu menyerap banyak tenaga kerja sekaligus menjadi pengungkit pertumbuhan ekonomi perlu mendapat perhatian lebih besar. Industri sepatu dan tekstil menjadi dua sektor yang secara khusus disebutnya sebagai fokus pembenahan.
“Industri yang berkaitan dengan penyerapan tenaga kerja dan bisa menjadi pengungkit perekonomian tentu harus kita utamakan,” kata Sarmuji usai pelantikan di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (1/10/2026).
Baca Juga: APSyFI: Bunga Kredit 6% Jadi Stimulus Peremajaan Mesin Industri Menurut Sarmuji, penguatan industri tidak dapat dilakukan Kementerian Perindustrian (Kemenperin) sendiri. Koordinasi lintas kementerian diperlukan, terutama dengan kementerian yang berkaitan langsung dengan investasi, perdagangan dan kebijakan fiskal. Dengan Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Kemenperin akan memperkuat sinergi dari sisi investasi dan pengembangan industri di sektor hulu. Sementara dengan Kementerian Perdagangan, koordinasi akan diarahkan pada kebijakan impor, terutama untuk produk atau kebutuhan industri yang sebenarnya sudah dapat diproduksi di dalam negeri. “Kita harus kerja sama dengan banyak kementerian yang lain,” ujar Sarmuji. Di sisi fiskal, Sarmuji juga menyatakan akan berkoordinasi dengan Kementerian Keuangan untuk mendorong pemberian insentif bagi sektor industri. Insentif dinilai diperlukan agar industri dapat berkembang dan meningkatkan kontribusinya terhadap perekonomian. “Kita harus minta insentif untuk industri, supaya tumbuh,” katanya.
Baca Juga: Program Kredit 6% Jadi Angin Segar bagi Industri Tekstil dan Sepatu RI Selain industri padat karya, Sarmuji menempatkan hilirisasi sebagai bagian penting dari agenda pengembangan industri. Menurut dia, penguatan industri memiliki keterkaitan erat dengan proses hilirisasi yang masih perlu dilanjutkan. “Industri sebenarnya identik dengan hilirisasi. Masih banyak yang kita selesaikan,” ujarnya.
Sarmuji resmi menggantikan Agus Gumiwang Kartasasmita sebagai Menperin. Ia dilantik bersama sejumlah pejabat lain dalam agenda pelantikan di Istana Merdeka, Jakarta. Pelantikan diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan pembacaan Keputusan Presiden tentang pengangkatan pejabat. Presiden Prabowo kemudian mengambil sumpah jabatan Sarmuji sebagai Menteri Perindustrian. Selain Sarmuji, Prabowo melantik sejumlah pejabat lain, di antaranya Sugiono sebagai Menko PMK, Dudung Abdurrachman sebagai Menko Polkam, dan Listyo Sigit Prabowo sebagai Kepala Staf Kepresidenan (KSP). Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News