KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Java Jazz Festival 2018 akan digelar di Jakarta International Expo Kemayoran, pada 2-4 Maret 2018. Target penonton perhelatan musik kali ini adalah kalangan anak muda atau yang kerap disebut millennials. Akan ada banyak turunan genre jazz yang disuguhkan. Mulai rasa klasik ala smooth jazz, fusion, acid hingga swing dan bebop. “Java Jazz bukan lagi untuk kaum tua saja. Pengertian ini yang harus diberikan pada mereka. Java Jazz juga sedang menjalankan evolusi bisnis. Muda-mudi itu nantinya akan jadi pasar kami," kata Dewi Gontha, Presiden Direktur Java Jazz Festival. Menteri Pariwisata Arief Yahya mengapresiasi gelaran JJF 2018. Menurut Menpar, musik merupakan bahasa universal yang efektif untuk menyampaikan pesan. Termasuk mentransfer pesan budaya dan promosi pariwisata sebuah negara.
"Java Jazz Festival sudah mendunia. Jadi, ini momentum yang tepat untuk mempromosikan pariwisata Indonesia," kata Arief Yahya dalam keterangan yang diterima KONTAN, Kamis (15/2). Akan ada banyak musisi top yang tampil di Java Jazz 2018. Kurang lebih 120 performer. Lebih dari 100 performer per hari. Komposisinya, artis internasional yang belum pernah tampil di sini ada 80%.