Satu Data Indonesia Diluncurkan, Ini Hambatan Bangun 80.000 Kopdes Merah Putih



KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Kementerian Koperasi (Kemenkop) tengah memacu pembangunan 80.000 fisik gudang dan gerai Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih di seluruh Indonesia. Namun, proyek raksasa yang diamanatkan melalui Inpres No. 9 Tahun 2025 ini rupanya menemui ganjalan serius di lapangan, yakni persoalan validitas data.

Menteri Koperasi Ferry Juliantono mengakui bahwa pihaknya menemukan kesulitan teknis saat memetakan kebutuhan per desa atau kelurahan. Akurasi data menjadi penting agar pembangunan gerai dan distribusi barang tepat sasaran.

Ferry mencontohkan, hambatan muncul saat kementerian membutuhkan data presisi mengenai jumlah kepala keluarga yang menggunakan produk harian tertentu di satu wilayah.


Baca Juga: Aktivasi Akun Coretax DJP Tembus 12,5 Juta Wajib Pajak per 26 Januari 2026

"Kesulitan yang ditemukan antara lain data terkait jumlah kepala keluarga yang telah menggunakan produk kebutuhan harian, seperti gas LPG 3 kilogram maupun pupuk bersubsidi di sebuah desa tertentu," ujar Ferry di Jakarta, Senin (26/1/2026).

Oleh sebab itu, Ferry menyambut positif peluncuran Kolaborasi Satu Data Indonesia yang diinisiasi Kementerian PPN/Bappenas. Baginya, ketiadaan data yang terintegrasi lintas sektor berisiko menimbulkan kesimpangsiuran dan menurunkan efektivitas program Presiden Prabowo Subianto.

Ferry menegaskan, validitas data sangat diperlukan guna memagari program pemerintah agar tidak dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Tanpa kerja kolaboratif, risiko manipulasi data di tingkat bawah menjadi sangat tinggi.

"Kami sebelumnya telah melakukan sejumlah percobaan untuk membuat aplikasi yang lebih presisi, pengumpulan data melalui numerator, hingga teknik analisis yang memanfaatkan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI)," ungkapnya.

Baca Juga: Investor UEA Suntik Rp 4 Triliun, Bangun Mall dan Kantor di Jantung IKN

Dengan hadirnya Satu Data Indonesia, Ferry optimistis kinerja pemerintahan akan jauh lebih efektif. Peta jalan menuju Indonesia Emas pun diyakini bisa tercapai lebih cepat karena proses pengambilan keputusan berbasis pada data ilmiah yang akurat.

Selanjutnya: Wamendag: Nilai Pasar Gim Nasional Diproyeksi Capai US$ 2,5 Miliar

Menarik Dibaca: 7 Promo Kopi Payday Januari 2026, Nikmati Diskon hingga 70% di Starbucks

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News