SATU Dental Integrasikan Klinik, Lab hingga E-commerce guna Tekan Biaya dan Layanan



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. SATU Dental Group mengandalkan strategi bisnis terintegrasi untuk menjaga harga layanan kesehatan gigi tetap terjangkau, sekaligus mempertahankan kualitas perawatan. Strategi tersebut dilakukan dengan mengembangkan sejumlah unit bisnis yang saling menopang dalam satu ekosistem.

CEO SATU Dental Group Satria Situmorang mengatakan, ekosistem bisnis SATU Dental saat ini tidak hanya bertumpu pada jaringan klinik gigi. Grup juga memiliki Klik Dental yang bergerak sebagai distributor dan e-commerce kebutuhan gigi serta Dua Lab & Tech yang menjalankan bisnis laboratorium gigi berbasis teknologi.

Menurut Satria, integrasi antarunit bisnis tersebut menjadi salah satu strategi perusahaan untuk menciptakan efisiensi dalam operasional. Dengan begitu, perusahaan dapat menawarkan layanan kesehatan gigi dengan harga yang lebih terjangkau tanpa mengesampingkan kualitas.


"Strateginya itu menyeluruh, satu men-support yang lain. Jadi sebenarnya yang matters most ke kita sebagai bisnis adalah grup secara keseluruhan," ujar Satria dalam pemaparan media di Jakarta, Selasa (15/9/2026).

Ia menjelaskan, keberadaan unit bisnis pendukung memungkinkan SATU Dental membangun ekosistem dari sisi layanan klinik hingga kebutuhan penunjang perawatan gigi. Model tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan untuk menekan hambatan masyarakat dalam memperoleh perawatan gigi.

Saat ini, SATU Dental telah memiliki 57 klinik gigi yang tersebar di sejumlah wilayah. Perusahaan masih melihat peluang untuk memperluas jaringan klinik, namun ekspansi dilakukan dengan mempertimbangkan karakteristik masing-masing wilayah.

Satria mengatakan, SATU Dental memiliki tim data analytics yang secara khusus menganalisis potensi suatu lokasi sebelum pembukaan klinik. Analisis tersebut mencakup demografi, kepadatan penduduk, hingga daya beli masyarakat.

"Kita punya data demografi di masing-masing kecamatan atau masing-masing area, lalu kita bisa lihat kepadatan penduduknya seberapa padat, spending appetite-nya seperti apa, lalu lebih dari itu kita juga melihat karakter dari lokasi tersebut," jelasnya.

Menurut dia, kepadatan penduduk bukan satu-satunya pertimbangan dalam menentukan lokasi klinik. SATU Dental juga melihat apakah suatu kawasan didominasi perkantoran atau permukiman karena karakter tersebut akan memengaruhi strategi pendekatan dan layanan klinik.

Baca Juga: Ekspansi ke 56 Klinik, SATU Dental Bidik Pasar Gen Z dan Milenial Saat Tren Self-Care

Data tersebut saat ini telah digunakan perusahaan dalam mengembangkan jaringan di Jabodetabek, Surabaya, dan Semarang. SATU Dental juga telah memiliki data untuk sejumlah kota lainnya di Indonesia.

Dari sisi kepemilikan, Satria mengatakan sebagian besar klinik SATU Dental dimiliki perusahaan, sementara sebagian lainnya dikembangkan melalui skema kemitraan dengan pihak ketiga.

Di sisi lain, perusahaan juga memperkuat kualitas layanan melalui pengembangan sumber daya manusia. Satria mengatakan kebutuhan dokter gigi baru banyak diperoleh melalui referensi dari dokter internal yang telah bergabung dengan SATU Dental.

Dokter baru yang bergabung juga tetap mendapatkan pelatihan internal untuk menyamakan standar pelayanan di seluruh jaringan klinik.

"Dokter-dokter yang baru masuk, itu terlepas dari dia sudah lulus berapa lama dari kampus, itu selalu kita mentoring, kita bikin training internal SATU Dental Academy. Ini semua untuk menyamakan SOP dan menyamakan standar," katanya.

Satria menambahkan, pendekatan terintegrasi tersebut menjadi penting karena persoalan kesehatan gigi masyarakat bukan hanya berkaitan dengan ketersediaan klinik, tetapi juga akses, biaya, serta kekhawatiran pasien terhadap tindakan medis.

Ia menilai banyak masyarakat cenderung menunda pemeriksaan ketika rasa sakit pada gigi mulai mereda. Padahal, kondisi tersebut tidak selalu berarti masalah telah selesai.

Karena itu, SATU Dental mendorong masyarakat melakukan pemeriksaan sejak dini dan menyelesaikan masalah kesehatan gigi secara menyeluruh sebelum berkembang menjadi kondisi yang lebih serius.

Dengan jaringan klinik dan unit bisnis pendukung yang terintegrasi, SATU Dental berharap dapat memperluas akses layanan sekaligus menjaga efisiensi biaya perawatan gigi di tengah kebutuhan masyarakat yang masih besar.

Baca Juga: Bidik Pasar Urban, JNJ Specialist Dental Centre Perluas Jaringan Klinik di BSD

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TAG: