Satu lagi peritel AS bangkrut: Forever 21 bakal tutup gerai di Asia dan Eropa



KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Gerai ritel fashion Forever 21 Inc mengumumkan pada hari Minggu (29/9) bahwa pihaknya telah mengajukan perlindungan kebangkrutan Bab 11 untuk merestrukturisasi bisnisnya. Dengan demikian, Forever 21 menyusul pemain ritel lain yang sebelumnya telah melakukan hal yang sama akibat persaingan e-commerce yang sengit.

Reuters memberitakan, perusahaan berencana untuk menutup sebagian besar gerai internasionalnya di Asia dan Eropa. Akan tetapi, Forever 21 tetap akan melanjutkan operasinya di Meksiko dan Amerika Latin.

Baca Juga: Biro perjalanan Thomas Cook bangkrut, 600.000 pelancong terlunta di luar negeri


Perusahaan ritel ini menjelaskan, mereka telah menerima pinjaman senilai US$ 275 juta dari JPMorgan Chase Bank, N.A. sebagai agen, dan US$ 75 juta sebagai modal baru dari TPG Sixth Street Partners, dan beberapa dana afiliasi lainnya.

Berdasarkan data yang dirilis Pengadilan Kepailitan A.S. untuk Distrik Delaware, perusahaan menuliskan daftar aset dan kewajiban dalam kisaran US$ 1 miliar hingga US$ 10 miliar.

Baca Juga: 100 karyawan di-PHK, begini kondisi keuangan Bukalapak

Sejak awal 2017, lebih dari 20 peritel AS, termasuk Sears Holdings Corp dan Toys ‘R’ Us, telah mengajukan kebangkrutan. Mereka menyerah pada gempuran persaingan e-commerce yang sangat sengit dari Amazon Inc

Editor: Barratut Taqiyyah Rafie