Saudi Aramco Gandeng Mitra Asal Tiongkok untuk Bangun Kilang Minyak



KONTAN.CO.ID - SAUDI ARABIA. Saudi Aramco dan mitranya dari China akan mulai membangun kompleks kilang dan petrokimia besar di negara Asia. Kesepakatan ini akan mempercepat pembangunan yang sempat terhenti selama pandemi.

Bloomberg News pada Senin (27/3) melaporkan, Aramco setuju untuk memulai pembangunan kompleks kilang di Provinsi Liaoning, North Huajin Chemica,l dan Panjin Xincheng.

Perusahaan asal Saudi Arabia ini mengatakan bahwa pembangunan akan dimulai pada kuartal kedua 2023 dan proyek ini diharapkan akan beroperasi penuh pada tahun 2026.


Pembicaraan antara kedua belah pihak kembali hidup awal tahun lalu, setelah Aramco memutuskan untuk berhenti berinvestasi pada tahun 2020 karena prospek yang tidak pasti lantaran pandemi.

Baca Juga: Saudi Aramco Mencatat Laba US$ 161,1 Miliar di Tahun 2022

Adapun, kerja sama ini disepakati pada tahun 2019 selama kunjungan Putra Mahkota Mohammed bin Salman ke Beijing.

"Kami melihat peluang besar yang saling menguntungkan untuk membangun sektor hilir terintegrasi yang terkemuka di dunia di China, dengan penekanan khusus pada konversi cairan yang tinggi langsung menjadi bahan kimia sebagai bagian dari rencana ekspansi bisnis cairan-ke-bahan kimia yang lebih luas," kata Amin Nasser, Chief Executive Officer Aramco.

Nasser menambahkan, Aramco ingin menjadi sumber energi dan bahan kimia yang lengkap untuk keamanan energi jangka panjang dan pembangunan berkualitas tinggi di China.

Untuk diketahui, kompleks penyulingan akan mencakup kilang 300.000 barel per hari dan pabrik petrokimia dengan kapasitas produksi tahunan sebesar 1,65 juta ton etilena dan 2 juta ton paraxylene. Aramco akan memasok sebanyak 210.000 barel per hari bahan baku minyak mentah untuk proyek ini.

Aramco akan memiliki 30%, Norinco Group - perusahaan induk dari North Huajin Chemical - akan memiliki 51%, dan Panjin Xincheng akan memiliki sisanya.

Baca Juga: Harga Minyak Bergerak Stabil, Didukung Optimisme Rebound Permintaan China

Aramco menargetkan untuk memperluas kapasitas produksi minyak sebesar satu juta barel per hari menjadi 13 juta barel pada tahun 2027 dan akan meningkatkan produksi gas lebih dari 50% pada tahun 2030, yang akan menambah satu juta barel per hari minyak untuk diekspor.

Perusahaan Saudi ini juga bermitra dengan Baoshan Iron & Steel Co untuk memproduksi pelat baja di Arab Saudi dengan jejak karbon yang lebih rendah. Perusahaan ini juga menandatangani surat pernyataan untuk menjadi bagian dari entitas baru yang dibentuk oleh Renault SA dan Zhejiang Geely Holding Group Co di tengah-tengah upaya untuk mengembangkan mesin yang lebih efisien dan lebih rendah emisi serta sistem hibrida.

Editor: Handoyo .