Saudi Aramco Kembali Isi Kapal Tanker dengan Minyak, Siap Ekspor Besar-Besaran



KONTAN.CO.ID - SINGAPURA. Saudi Aramco melanjutkan pemuatan minyak mentah di terminal Ras Tanura di Teluk, Jumat (26/6/2026). Menurut data pengiriman, pemuatan ini kembali dilanjutkan setelah hampir empat bulan terhenti.

Reuters melaporkan, dua kapal tanker very large crude carrier (VLCC) yang dimiliki Bahri, anak usaha Saudi Aramco di bidang pelayaran, terlihat memuat minyak mentah di Ras Tanura, pelabuhan minyak terbesar di dunia.

Sementara satu VLCC lagi menunggu di dekatnya. Setiap VLCC mampu memuat 2 juta barel minyak.


Baca Juga: Badai Lumpuhkan Selandia Baru, Ratusan Penerbangan Dibatalkan

Ras Tanura terletak di pantai timur Arab Saudi di Teluk dan berada di sebelah barat Selat Hormuz. Pelabuhan ini dulunya mengekspor lebih dari 5 juta barel minyak mentah per hari sebelum konflik.

Kilang domestik terbesar Arab Saudi, dengan kapasitas 550.000 barel per hari, juga terletak di Ras Tanura. Kilang ditutup selama perang sebagai tindakan pencegahan.

Aramco terakhir kali memuat kargo dari pelabuhan Ras Tanura untuk China pada 8 Maret, menurut data LSEG. Aramco kemudian harus mengalihkan ekspornya ke pelabuhan Yanbu di Laut Merah setelah blokade Iran terhadap selat tersebut, selama perang dengan AS dan Israel.

Baca Juga: IAEA Sebut Kesepakatan Damai AS dan Iran Buka Akses untuk Periksa Nuklir Iran

Perang tersebut telah menyebabkan ekspor minyak mentah Saudi merosot menjadi sekitar 4 juta barel per hari dalam tiga bulan terakhir, dari lebih dari 7 juta barel per hari pada Februari.

Pemuatan minyak Saudi Aramco ini terjadi meskipun sebuah kapal milik Evergreen Marine Taiwan dihantam oleh benda tak dikenal di Selat Hormuz pada Kamis (25/6/2026).

Badan angkatan laut Inggris, UKMTO, menghentikan operasi pengawalan kapal melalui selat setelah serangan terhadap kapal kargo tersebut. Serangan tersebut kembali memicu kekhawatiran apakah kesepakatan awal untuk mengakhiri perang akan bertahan.

Baca Juga: Dua Badai Tropis Hantam Jepang-Taiwan, Transportasi Lumpuh dan Evakuasi Massal

Dua pejabat AS mengatakan kepada Reuters, Iran telah menembaki kapal tersebut, sementara Otoritas Selat Teluk Persia Iran, yang didirikan Teheran untuk mengelola permintaan kapal untuk melewati selat tersebut, mengatakan kapal di luar rute yang telah ditetapkan tidak akan dijamin aman.

Toh, harga minyak global mulai turun. Tekanan pasokan meningkat setelah pengiriman minyak mentah melalui selat Hormuz naik minggu ini ke level tertinggi sejak konflik pecah.

SOMO Irak dan Qatar mengeluarkan tender yang menawarkan minyak mentah setelah langkah serupa oleh Kuwait dan Uni Emirat Arab.

Iran juga mempercepat ekspornya setelah Washington untuk sementara mencabut sanksi. Dua kapal tanker VLCC kosong, Natsumi dan Halti, memasuki Teluk pada Jumat (26/6/2026) untuk memuat minyak Iran.

Baca Juga: Korea Selatan Siapkan 500.000 Prajurit Drone, Perkuat Pertahanan Hadapi Korea Utara

"Dua juta barel per hari kembali beroperasi dalam tiga minggu, dan pemulihan tersebar di seluruh wilayah," kata Direktur Riset MENA Rystad Energy, Aditya Saraswat, dalam risetnya. Ia menambahkan, gambaran pasokan jelas membaik.

Rystad Energy memperkirakan produksi yang dihentikan di seluruh Teluk telah turun menjadi 9,6 juta barel per hari (bpd) pada pertengahan Juni, turun dari 11,7 juta bpd hanya tiga minggu yang lalu. Lembaga tersebut memperkirakan pemulihan pasokan penuh di wilayah tersebut pada akhir tahun.