Saudi Aramco Menerbitkan Obligasi Senilai Total US$ 4 Miliar



KONTAN.CO.ID - RIYADH. Perusahaan minyak terbesar di dunia, Saudi Aramco, telah meluncurkan obligasi empat tahap. Nilai totalnya mencapai US$ 4 miliar.

Perusahaan minyak raksasa milik Arab Saudi ini menerbitkan obligasi dengan nilai masing-masing US$ 500 juta, US$ 1,5 miliar, US$ 1,25 miliar, dan US$ 750 juta. Jatuh tempo masing-masing obligasi tersebut adalah tiga tahun, lima tahun, 10 tahun, dan 30 tahun.

Reuters melaporkan, mengutip pemberitaan IFR, pemesanan obligasi melebihi US$ 21 miliar. Ini menunjukkan minat investor yang kuat, sehingga memungkinkan Aramco mempersempit spread pada obligasi tiga tahun menjadi 60 basis poin (bps) di atas obligasi pemerintah AS.


Baca Juga: Harga Minyak Dunia Turun Selasa (27/1) Pagi: Brent ke US$65,31 & WTI ke US$60,39

Spread tersebut, menurut IFR, jauh lebih rendah dari perkiraan awal, yakni 100 bps di atas obligasi pemerintah AS. Tranche lima tahun dihargai 80 bps di atas obligasi pemerintah AS, menyempit dari spread indikatif 115 bps.

Lalu, obligasi 10 tahun dan 30 tahun ditetapkan masing-masing pada 95 bps dan 130 bps, dibandingkan dengan harga awal sekitar 125 bps dan 165 bps di atas obligasi pemerintah AS.

Citi, Goldman Sachs, HSBC, JPMorgan, dan Morgan Stanley bertindak sebagai penjamin emisi aktif penerbitan obligasi ini.

Baca Juga: Peta Pasokan Bergeser: India Kini Borong Minyak dari Sumber Tak Terduga

Sementara Abu Dhabi Commercial Bank, Bank of China, BofA Securities, BSF Capital, Emirates NBD Capital, First Abu Dhabi Bank, Mizuho, ​​MUFG, Natixis, Riyad Capital, SMBC, dan Standard Chartered bertindak sebagai penjamin emisi pasif.

Aramco terakhir kali melepas surat utang pada September tahun lalu. Kala itu, perusahaan ini mengumpulkan US$ 3 miliar melalui penjualan sukuk. Sebelumnya, Aramco juga setelah melepas obligasi senilai US$ 5 miliar pada bulan Mei.

Sebelumnya, perusahaan ini sempat menjauh dari pasar utang selama tiga tahun, hingga kembali mengumpulkan US$ 6 miliar pada Juli 2024.

Baca Juga: Sanksi AS Mulai Berdampak: Harga Minyak Urals Rusia Merosot, Siapa Paling Rugi?

Sebagai sumber pendapatan utama bagi pemerintah Saudi, Aramco mengatakan pada Agustus lalu, mereka memangkas biaya di seluruh perusahaan. Perusahaan ini juga berencana melepas aset karena harga minyak mentah turun dan utangnya meningkat.

Total dividen Aramco untuk tahun 2025 diperkirakan sekitar US$ 85,4 miliar, turun sekitar 30% dari tahun 2024. Penyebabnya, pembayaran yang terkait dengan arus kas bebas menyusut.

Pemerintah Arab Saudi menguasai hampir 81,5% saham Aramco secara langsung. Sementara dana kekayaan negara PIF mengendalikan 16% saham sisanya.

Baca Juga: Pollux Hotels Group Terbitkan Obligasi Keberlanjutan Rp 500 Miliar

Aramco juga telah mengumpulkan dana melalui jalur lain.

Tahun lalu, perusahaan tersebut menandatangani perjanjian sewa dan sewa balik senilai US$ 11 miliar, yang melibatkan fasilitas pengolahan gas Jafurah dengan konsorsium yang dipimpin oleh Global Infrastructure Partners (GIP), bagian dari BlackRock. Pada 2024, pemerintah Saudi mengumpulkan US$ 12,35 miliar dengan melepas saham sebesar 0,64% di Aramco.

Selanjutnya: Biaya Tol Serang-Panimbang Membengkak Rp 1,6 Triliun, Begini Penjelasan BPJT

Menarik Dibaca: Kesehatan Kerja: 5 Risiko yang Fatal Akibat Duduk Lama di Depan Laptop