Sawahan menjadi sentra akik di Gunung Kidul



GUNUNG KIDUL. Pemerintah Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, akan menjadikan Desa Sawahan, Kecamatan Ponjong, sebagai sentra kerajinan batu akik.

"Desa Sawahan ini kami arahkan sebagai sentra industri pengrajin akik," kata Bupati Gunung Kidul Badingah di Gunung Kidul, saat mengunjungi sentra akik di Desa Sawahan, Gunung Kidul, Senin (9/3).

Ia mengatakan kerajinan batu akik di sekitar Desa Sawahan sudah berlangsung puluhan tahun, dan dalam beberapa bulan terakhir mulai bertambah banyak seiring meningkatnya harga jual batu akik. Hal ini memerlukan adanya perlindungan untuk menjaga eksistensi batu akik.


"Pemerintah membangun showroom batu akik di sini untuk meningkatkan penjualan," katanya.

Badingah berharap perekonomian masyarakat lebih maju, seiring meningkatnya permintaan batu akik.

Dia mengatakan wilayah Ponjong dapat dengan mudah mendapatkan material batu yang bisa dipoles menjadi batu akik dengan nilai ekonomis yang tinggi.

"Bahkan saya mendengar ada batu yang ditawar mencapai jutaan rupiah padahal belum jadi akik," kata Badingah.

Sementara itu, Camat Ponjong Susilo Marwanto mengatakan sudah ada 30 perajin di Desa Sawahan yang saat ini sudah diberikan pelatihan untuk membuat akik.

"Sudah ada 30 orang yang dilatih dan diharapkan mampu membuat batu yang berkualitas baik," katanya.

Ia mengatakan di Kecamatan Ponjong wilayah yang paling banyak terdapat batu yang bisa digunakan untuk membuat batu akik yakni Dusun Jatisari dan Plarung.

"Batu bisa didapatkan di sungai dan perbukitan," katanya.

Harga jual akik dari wilayah Ponjong bervariasi tergantung motif yang ada di batu akik tersebut. Penjualan batu akik produksi Ponjong mencapai wilayah Jawa Timur.

"Harganya tergantung motif dan jenis batuannya, ada yang puluhan ribu sampai jutaan rupiah," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Yudho Winarto